Hallo guyssss? Apakah kamu seseorang yang pernah merasakan nikmatnya program beasiswa? Yahh, berbicara mengenai beasisiwa tentu dapat dengan jelas kita ketahui bahwa yang pantas menerimanya hanyalah seseorang yang emang berprestasi dibidangnya. Mungkin kurang lebih seperti itu yakan guys? Namun sepertinya akan lain dan akan jauh berbeda dengan siswa yang ada di Afrika Selatan. Sebab, negara ini hanya memberi beasiswa kepada siswa-siswa yang masih menjaga keperawanannya. Wahhh, penasaran sama ceritanya? Yuks, simak ulasan berikut ini.

Bertujuan Untuk Menekan Tingkat Penularan HIV dan AIDS

Dudu Mazhiboko, walikota Afrika Selatan ini mengungkapkan bahwa selama ini negaranya emang lagi berjuang untuk menurunkan penyaki HIV dan AIDS. Yaps, di perkirakan ada 6,3 juta warga di Afrika menghidap penyakit HIV dan AIDS. Padahal warga yang menetap di negara ini hanya berjumlah sekitar 63 juta jiwa. Nah, itu artinya, 1 dari 10 warga Afrika Selatan hidup dengan virus yang belum ada penyembuhannya tersebut. Coba deh bandingkan hal ini dengan Indonesia yang hanya berjumlah penderita HIV dan AIDS nya kurang dari 1 persen. Kalau kamu enggak percaya kamu bisa cek disini.

Diharapkan Dapat Mencegah Kehamilan Dini

Pembagian wilayah Uthukela dan Kwazulu emang terkenal sebagai salah satu provinsi dengan penghidap HIV AIDS paling banyak. Yaps, bukan hanya terkenal paling banyak di Afrika Selatan saja lho, namun terkenal paling banyak di dunia. Selain transmisi HIV dan AIDS yang tinggi, Afrika Selatan juga mati-matian berjuang dengan para cewek sekolah yang hamil dini. Nggak hanya tingkat HIV dan AIDS nya yang tinggi, Afrika selatan juga mencatat tingkat kehamilan dini yang tinggi. Pada tahun 2014 saja, departemen pendidikan dasar Afrika selatan mencatat kurang lebih 20 ribu siswa sekolah di Afrika Selatan mengalami kehamilan dini. Jelas itu bukan angka kecil? Bahkan katanya lebih dari 223 anak dari 20 ribu siswa itu masih duduk di bangku SD. Bayangkan dehhh?

Mungkin dengan memberikan beasiswa khusus yang masih perawan, Walikut Uthukela berharap penuh dapat mengurangi angka HIV AIDS dan angkan kehamilan pada gadis di bawah umur. Menurut beliau, cewek-cewek muda yang berada di Afrika Selatan sangat amat rentan terhadap eksploitasi seksual, yang emang sering mereka dapatkan dari lingkungannya. Jelas, jika hal sedemikan terus berlanjut sangat akan mengakibatkan kehamilan sejak dini sampai penyakit menular seksual.

Juru bicara walikota Jabulani Mikhonza menambahkan: Bahwa beasiswa ini bertujuan supaya para gadis yang masih perawan supaya mereka dapat lebih mengutamakan pendidikannya.

Menuai Kontroversi

Yupss, setelah mencetuskan program beasiswa khusus perawan, Ibu Walikota pun nggak luput dari perhatian warga publik Afrika Selatan.. Pasalnya kenapa harus perawan syaratnya? Begitulah ungkapan kata para warga di Afrika.

Beasiswa ini menuai kritik, salah satunya dari Ketua Komisi Kesetaraan Gender Afrika Selatan, Mfanozelwe Shozi. “Niat memberikan beasiswa ini sebenarnya mulia,” katanya. “Tapi kenapa harus ditujukan spesial pada gadis perawan?” Sudah ada cukup banyak stigma negatif di masyarakat terhadap gadis-gadis yang memilih untuk tidak perawan lagi, terhadap mereka yang hamil di luar nikah dan bahkan terhadap anak muda laki-laki. Niat memberi beasiswa boleh mulia, tapi ini sudah keterlaluan.”

Sebagaimana di Indonesia, isu tes keperawanan di Afrika Selatan juga kontroversial. Meskipun tes keperawanan tidak bertentangan dengan undang-undang Afrika Selatan, banyak orang yang khawatir bahwa tes itu cuma akan jadi alat untuk mempermalukan para perempuan muda. Sementara itu, para pembela tes keperawanan beralasan bahwa tes tersebut ada untuk menghargai kultur Afrika Selatan, serta untuk mengedukasi anak muda tentang pentingnya menjaga diri dari penyakit menular seksual. Wah pelik sekali yahhh.

Menurut kamu sendiri, gimana ya kira-kira kalau beasiswa semacam ini ada di Indonesia?