Mungkin sebagian dari kalian semua tentu sudah tidak asing lagi dengan sebutan manusia Albino, manusia yang berkulit sangat putih seputih susu. Bukan hanya kulit bahkan bulu-bulu tubuhnya berwarna putih. Warna matanya pun seperti mata kucing berwarna pucat atau mungkin hijau. Albino adalah kelainan genetik yang diturunkan dari orang tua. Tetapi sebenarnya ada mutasi genetik lain yang dikaitkan dengan Albino. Semuanya menuju pada perubahan dari produksi melanin dalam tubuh.

Seorang yang mengalami Albino memang memiliki penampilan yang berbeda. Seperti orang Albino yang berada di negara Afrika khususnya di Malawi yang katanya sih seringkali mendapat tatapan atau perlakuan yang sangat jauh berbeda, bahkan tak jarang mereka dibully. Dan yang paling mengharukan sampai diburu dan dibunuh. Bukan hanya itu saja, banyak mitos yang berkembang soal orang dengan sebutan Albino. Nah, biar nggak penasaran, yuks kita simak ulasannya dibawah ini.

Tragis dan mengerikan


Sangat amat tragis serta mengharukan. Ya, berdasarkan cerita dari salah satu seorang nelayan yang berada di Afrika yang telah memperistrikan seorang manusia Albino, ia tega menjual istrinya senilai 2000 poundsterling atau sekitar 34 juta kepada seorang pengusaha. Selanjutnya adalah kasus gadis Albino 13 tahun bernama Elizabeth Hussein yang diburu dan dibunuh oleh orang bersenjata belati. Seolah menumpahkan darah orang-orang Albino adalah halal bagi orang-orang buas tersebut.

Bukan hanya itu saja, bahkan mayat yang sudah terpotong-potong ditemukan di rumah seorang dukun yang telah melarikan diri ketika polisi sampai di sana. Kasus lainnya adalah Ezekiel John, 47 thn, yang tewas mengenaskan dibantai di dekat kota Kigoma. Pembunuhan-pembunuhan ini semakin menunjukkan kasus pembataian sadis terharap orang-orang albino yang semakin meningkat.


Bukan hanya di Afrika saja, negara Tanzania adalah salah satu negara yang memperlakukan Albinonya secara kejam. Untuk bisa lolos dari upaya pembantaian, orang Albino harus membekali diri dengan keterampilan bela diri atau pengawalan agar dapat terhindar dari pembantain tersebut. Jadi tak heran kalau banyak orang Albino melarikan diri dan mereka konon bersembunyi di pulau terpencil Ukerewe di Lake Victoria. Itu juga sebabnya kenapa di pulau itu begitu banyak orang Albino dibanding tempat lain. Sampai-sampai pulau itu dikenal sebagai pulau orang Albino karena populasi mereka yang mayoritasnya adalah orang-orang Albino.

Di pulau inilah banyak orang-orang Albino yang hidupnya jauh lebih baik. Orang tidak percaya akan gembar-gembor bahwa Albino adalah setan,” ungkap seorang Albino yang menetap di Ukerewe. Albinism bukanlah setan melainkan kelainan gen yang diwarisi secara turun temurun. Mereka kekurangan zat warna melanin untuk melindungin melindungi kulit, mata dan rambut dari sinar ultraviolet matahari. Orang-orang Albino juga rentan menderita kanker kulit karena tiadanya melanin pelindung kulit.

Tingkat populasi orang Albino di Afrika memang relatif lebih besar dibanding negara atau benua lain di dunia. Kalau benua lain perbandingannya 1 : 20.000 kelahiran, tapi di Afrika bisa 1:5000 kelahiran adalah penderita Albinism sedangkan pertumbuhan Albino paling tinggi di dunia ada di Ukerewe, Tanzania.

Mistis dan kepercayaan sesat

Legenda yang berkembang di Afrika menyatakan bahwa orang-orang Albino sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan sihir. Itulah sebabnya ‘perburuan’ orang-orang Albino begitu gencar dilakukan oleh dukun maupun orang suruhan karena dipercaya meminum darah orang Albino bisa meningkatkan kemampuan magic. Di sisi lain, para pelayan percaya bahwa bila membuat jala dari rajutan rambut orang Albino, maka jala itu akan ampuh dalam mengeruk ikan di laut.

Demikian juga para buruh tambang yang merasa yakin kegiatan penambangan akan mendapatkan banyak hasil jika ia memakai bandulan yg terbuat dari badan orang-orang Albino. Para buruh tambang ini bersedia membayar mahal untuk tulang-tulang orang Albino. Karena begitu tingginya permintaan akan tulang orang Albino, sampai-sampai ada saja yg mencuri jenazah orang Albino yang sudah dikubur, untuk diambil tulang-tulang nya.

Ini memang kepercayaan masyarakat Africa, khususnya di Tanzania yang berpenduduk 40 juta jiwa. Masyarakat Albino Tanzania berjuang keras melawan penyebaran kepercayaan yang sangat menyesatkan itu.

Zihada Msembo, Sekretaris Jendral Masyarakat Albino, mengatakan: “Mereka memotong-motong kami seperti ayam. Kami hidup dalam ketakutan. Jika anda (Albino) pulang malam hari dari bekerja, bisa jadi anda tidak akan selamat sampai di rumah. Tidak hanya di luar rumah, di dalam rumah pun kami selalu ketakutan dan tidak bisa tenang dalam tidur karena bisa jadi orang-orang datang membunuh kami,” ungkapnya.

Situasinya memang benar-benar kritis! Pemerintah harus bertindak tegas. Sejauh ini sudah 170 orang ditahan karena kasus pembunuhan Albino, namun itu belum cukup. Harus ada tindakan lebih tegas dari pemerintah. Begitu kata Al-Shaymaa Kwegyir, tokoh Albino Tanzania.

Bahkan menurut sekretaris jendral tersebut bahwa pada Oktober lalu mereka (kaum Albania) melakukan demonstrasi besar-besaran dan mendesak pemerintah agar segera menangani masalah ini. Pembunuhan besar-besaran terhadap orang-orang Albino sudah sampai pada taraf mengerikan. Bayangkan, orang-orang itu berani mencincang orang Albino dan mengambil anggota badannya begitu saja. “Ini benar-benar terror,” katanya.


Ernest Kimaya, 42, Ketua Masyarakat Albino mengatakan, orang-orang yang membatai kaum Albino adalah dukun atau orang-orang suruhannya. “Apa yang terjadi sungguh gila dan mengerikan, tetapi kami harus menghadapinya dengan berani. Kami membutuhkan uang untuk membayar seorang pengacara. Pemerintah sudah menyuruh polisi melakukan sensus Albino, oleh sebab itu kami mengenal berapa di antara kami. Pemerintah sudah meminta polisi untuk melindungi kami, namuin itu saja tidak cukup karena kami menghendaki adanya hukuman bagi orang-orang yang berlaku sangat brutal, agar lebih banyak orang Tanzania mengetahui ketidakadilan ini.

So guys, gimana menurut kalian setelah membaca artikel ini? Bukankah kelainan yang mereka alami sejak lahir tidak selalu harus menghalangi langkah mereka. Ya, semoga saja orang-orang dengan Albino di Afrika bisa segera hidup dengan tenang tanpa dihinggapi kecemasan akan diburu dan dibunuh dengan sangat kejam.