Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan dan yakinlah kalau tidak ada satupun manusia ingin memiliki kekurangan. Maka dari itu, bersyukurlah kalian yang lahir sebagai manusia yang sempurna. Lain hal lagi dengan penderita albino ini, khususnya di Afrika. Kenapa? Yuk, simak artikel berikut ini.

Pengertian Albino

Albino dari bahasa latin (Albus) yang berarti putih disebut juga hypomelanism atau hypomelanosis adalah salah satu bentuk dari hypopigmentary congenita disorder. Albino adalah sebutan bagi penderita albinisme, albinisime adalah suatu kelainan pigmentasi kulit bawaan. Albino adalah murni penyakit infeksi dan tidak dapat ditularkan melalui kontak fisik ataupun melalui transfusi darah. Albino adalah kelainan genetik yang diwariskan setidaknya dari salah satu orang tua. Walaupun penampilannya berbeda, albino kebanyakan tidak menderita gangguan kesehatan yang berarti.

Ciri-ciri penderita Albino:

  • Mempunyai kulit dan rambut abnormal yaitu berwarna putih susu atau putih pucat
  • Memiliki iris merah muda atau biru dengan pupil merah (tidak semua)
  • Hilangnya pigmen melanin pada mata,kulit dan rambut
  • Rabun jauh dan rabun dekat yang sangat ekstrim

Penyebab Albinisme

Albinisme disebabkan oleh adanya perubahan atau mutasi pada salah satu gen yang bertugas membantu produksi melanin oleh sel-sel melanocytes yang terdapat di dalam mata dan kulit. Akibat perubahan gen ini, produksi melanin menjadi terganggu (berkurang drastis atau tidak ada sama sekali).

Ada dua jenis albinisme yang utama, yaitu albinisme okular dan okulokutaneus. Albinisme okular merupakan jenis yang jarang ditemukan. Kondisi ini lebih berdampak pada penglihatan penderitanya ketimbang menyebabkan perubahan warna kulit, rambut atau pun mata. Artinya, penderita hanya mengalami gangguan penglihatan saja. Namun secara penampilan, warna kulit, rambut dan mata penderita seperti orang-orang normal, meski ada sebagian kecil yang terlihat sedikit lebih pucat. Albinisme okular disebabkan oleh mutasi gen pada kromosom-X dan hampir sebagian besar penderitanya adalah laki-laki. Sedangkan albinisme okulokutaneus merupakan jenis albinisme yang paling umum. Kondisi ini berdampak pada rambut, kulit dan mata yang juga sering disebut sebagai albinisme komplit.

Berdasarkan ciri-ciri fisik penderitanya, albinisme okulokutaneus terbagi menjadi empat tipe, yaitu:

  • Tipe 1. Sejak lahir, penderita albinisme okulokutaneus tipe ini akan memiliki ciri-ciri rambut dan kulit berwarna putih, serta mata berwarna biru. Kendati sebagian besar tidak menunjukkan peningkatan pigmentasi hingga dewasa, namun beberapa penderita ada yang mulai memproduksi melanin saat memasuki usia kanak-kanak.
  • Tipe 2. Saat lahir, kulit penderita albinisme okulokutaneus tipe ini akan terlihat berwarna putih dengan mata berwarna cokelat atau abu-abu kebiruan. Rambut mereka berwarna kuning, cokelat kemerahan atau merah. Seiring perkembangan usia, paparan sinar matahari dapat menimbulkan bintik-bintik, bercak berwarna cokelat (lentigo) atau bahkan tahi lalat pada kulit penderita. Albinisme okulokutaneus sebagian besar ditemukan pada orang-orang Amerika asli, Afrika-Amerika dan orang-orang Afrika wilayah sub-Sahara.
  • Tipe 3. Penderita albinisme okulokutaneus tipe ini umumnya memiliki ciri-ciri rambut dan kulit berwarna kemerahan, serta mata berwarna cokelat. Kondisi ini paling banyak ditemukan pada orang-orang Afrika selatan.
  • Tipe 4. Kondisi ini paling banyak diidap oleh orang-orang keturunan Asia Timur dan ciri-cirinya mirip Albinisme okulokutaneus tipe 2.

Ada penyakit gangguan genetik lainnya yang juga dapat menyebabkan munculnya gejala-gejala mirip albinisme, meskipun tergolong langka. Penyakit tersebut adalah sindrom Chediak-Higashi dan sindrom Hemansky Pudlak. Orang albino sering kali menjadi bahan ejekan oleh banyak orang, bahkan mereka bisa sampai diasingkan atau dijauhi oleh orang-orang karena dianggap sebagai orang aneh atau pun tak sama dengan manusia yang lainnya. Menjadi seorang albino merupakan penyiksaan batin dan juga fisik bagi para albino yang ada di Afrika. Karena di Afrika, albino dianggap sebagai manusia kutukan yang pantas di cela dan disiksa. Berikut inilah fakta-fakta yang tidak menyenangkan bagi penderita albino di Afrika:

1. Albino dan HIV/AIDS

Orang-orang di Tanzania menganggap bahwa wanita albino merupakan obat dari penyakit yang mematikan yaitu HIV/AIDS. Berhubungan seksual dengan wanita albino dipercaya dapat menyembuhkan penyakit HIV/AIDS. Oleh karena itu, banyak sekali wanita albino yang menjadi korban pemerkosaan oleh para pria di sana.

2. Albino adalah penyihir

Di Tanzania percaya bahwa orang-orang albino merupakan manusia yang memiliki kekuatan sihir yang tidak pernah mati. Mereka menganggap bahwa manusia albino bukan merupakan orang yang tidak memiliki pigmen warna, tetapi orang yang memiliki kekuatan sihir yang sangat hebat.

3. Mutilasi dan ritual sihir

Seperti pada kepercayaan orang-orang Tanzania bahwa orang-orang albino memiliki kekuatan sihir yang sangat hebat. oleh karena itu, banyak orang-orang albino yang dibunuh lalu dimutilasi dan diambil organ dalamnya dan dijadikan ritual sihir atau pun jimat. Banyak juga yang menjualnya dengan harga yang tinggi.

4. Kekerasan

Orang-orang Tanzania percaya bahwa orang -orang albino memang pantas untuk diperlakukan dengan keras. Oleh karena itu, banyak sekali orang-orang albino yang diperlakukan seperti hewan peliharaan, di siksa dan dicaci maki. Bahkan Mereka juga melakukan pembunuhan dengan kejam terhadap orang-orang albino.

Sangat tidak adil kalau seorang yang menderita albino diperlakukan seperti hal di atas, karena bagaimanapun mereka juga manusia. Hanya saja mereka memiliki kekurangan dan itulah yang buat mereka berbeda dengan manusia lainnya. Semoga saja masih ada orang-orang yang sadar dan peduli dengan penderita albino tersebut ya.