Setiap negara pasti terdiri dari berbagai suku, tidak hanya di Indonesia, negara seperti Afrika juga memiliki banyak suku dengan keunikannya tersendiri. Namun kali ini yang akan kita bahas adalah suku Wodaabe. Suku Wodaabe ini memiliki tradisi unik yang mungkin bisa membuat kamu geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak? Suku Wodaabe memiliki tradisi unik dimana memperbolehkan mencuri istri atau suami orang lain.

Sekelumit Kisah tentang Suku Wodaabe

Sebelum membahas tentang tradisi unik tersebut, mari kita simak sejarah suku Wodaabe. Suku Woodaabe adalah suku yang selalu berpindah-pindah tempat tinggal atau yang disebut dengan nomaden. Suku ini kerap melakukan perjalanan dari pesisir timur ke pesisir barat Afrika. Mereka melintasi cukup banyak negara seperti Niger, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Chad, dan Nigeria. Sepanjang tahun, mereka akan berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk mendapatkan lahan yang nyaman.

Mereka melintasi cukup banyak negara seperti Niger, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Chad, dan Nigeria. Mereka akan membangun rumah tidak permanen jika sudah menemukan kawasan untuk berladang dan berburu. Kalau kawasan itu sudah dianggap tidak berpotensi lagi, mereka akan pergi dan menjelajah lagi.

Di masa modern pasti sering kalian temukan kompetisi siapa wanita tercantik, suku Wobaaden juga melakukan kompetisi yang sama. Hanya saja perbedaannya adalah kontes kecantikan ini dilakukan oleh para pria yang memiliki wajah tampan dan cantik. Syarat mengikuti kontes ini adalah pria yang dianggap sudah dewasa. Tidak perduli apakah sudah menikah atau tidak. Siapa saja yang memenangkan kompetisi ini memiliki hak untuk memilih wanita yang diinginkan meski wanita itu istri dari orang lain. Suami yang ditinggalkan tidak bisa apa-apa karena kalah dalam even adu ketampanan atau tidak ikut sama sekali.

Pencurian Istri atau Suami yang Unik

Sejak kecil suku Wodaabe telah dinikahkan secara tradisi, pernikahan pertama yang mereka alami harus diantara sepupu yang seumur. Pada saat beranjak dewasa, barulah mereka mencari wanita lain yang akan dijadikan pendamping hidup sebenarnya. Wanita lain yang dimaksud adalah wanita yang telah menikah menurut tradisi, karena itulah festival ini disebut festival mencuri istri. Dalam Festival mencuri istri ini, para pemuda Wodaabe akan berdandan setampan mungkin dan akan menari dan bernyanyi untuk bisa menarik perhatian perempuan muda sehingga bisa mengajaknya menikah.

Siapa saja yang memenangkan acara tradisi ini memiliki hak untuk memilih wanita yang diinginkan. Meski wanita itu istri dari orang lain, dia berhak mengambilnya dan dianggap wajar. Suami yang ditinggalkan tidak bisa apa-apa karena kalah dalam even adu ketampanan atau tidak ikut sama sekali.

Oh ya, selain pria diperbolehkan mencuri istri orang lain. Pihak wanita juga boleh mencuri suami orang lain. Wanita yang dianggap paling cantik boleh meminta siapa saja jadi suaminya. Seorang wanita di suku ini bisa memiliki lebih dari suami kalau dia memang suka. Jadi, menjadi paling cantik atau tampan di suku ini adalah hal paling penting sedunia.

Namun ada efek negatif dalam tradisi ini, karena kerap menimbulkan perselisihan antara istri muda dan istri tua, karena wanita yang dicuri harus hidup bersama dengan suami barunya dan meninggalkan keluarga lama. Jika di keluarga lama sang wanita telah memiliki anak, maka harus ditinggalkan. Hal tersebut membuat hubungan antara ibu dan anak di suku Wodaabe tidak terlalu kuat.

Wanita Adalah Sang Penguasa

Meski kaum wanita tidak berdandan dan hanya menato wajahnya, mereka tetaplah yang terbaik. Para pria akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk mendapatkan mereka. Wanita di suku ini bisa melakukan hubungan seks dengan pria mana saja yang dia mau. Bahkan sebelum menikah dia boleh melakukannya dengan terang-terangan.

Wanita di dalam suku ini memiliki supremasi dalam hal hubungan badan. Dia bisa memilih pria mana saja yang dianggapnya terbaik dan dijadikan ayah dari anak-anaknya. Meski wanita memiliki supremasi dalam hal hubungan, pria tetap bisa berusaha dan inilah yang jadi keunikan dari suku ini.

Tradisi Pemilihan Pria Terbaik

Kalau di dunia manusia milenia modern banyak even pageant untuk menentukan siapa yang tercantik dan tertampan. Di suku ini, hal yang sama juga kerap dilakukan. Biasanya setiap bulan September ke belakang, tradisi pemilihan pria terbaik dari suku akan dilakukan dan siapa saja yang menang akan mendapatkan hadiah yang besar.

Pria dalam suku ini yang dianggap sudah dewasa boleh berpartisipasi meski dia sudah menikah dan punya anak. Mereka diwajibkan berdandan selama 6 jam dan membuat wajahnya tampan sesuai dengan versi suku ini. Setelah dandan dan berpakaian selesai, mereka akan diperkenankan melakukan pertunjukan berupa tarian dan nyanyian hingga tiga gadis yang menjadi juri menyatakan siapa pemenangnya.

Inilah tradisi unik mencuri istri atau suami dari suku Wodaabe. Meski mereka hanya suku nomaden, masyarakat Wodaabe menjunjung tinggi keindahan tubuh dan penampilan. Kalau saja suku ini bisa ikut kontes pageant dunia, mungkin ada kesempatan menang bagi mereka.