Afrika kembali dilanda oleh krisis ekonomi yang sangat buruk. Padahal, negara ini baru saja mencoba untuk bangkit melawan krisis yang mereka hadapi. Tapi sayangnya, dewi fortuna atau keberuntungan sepertinya masih belum berpihak kepada mereka. Buktinya, negara ini masih saja terpuruk dalam kemiskinan dan kelaparan.

Kemiskinan yang melanda Afrika sudah bukan menjadi suatu hal yang baru lagi. Meskipun negara Afrika ini terkenal dengan kekayaan dalam pertambangan emas, platinum dan berliannya, akan tetapi 16 juta dari penduduknya masih hidup di bawah garis kemiskinan dan 2,3 juta penduduk lainnya berisiko mengalami kekurangan gizi.

Ada dua faktor penting yang diperkirakan menjadi alasan mengapa Afrika sangat sulit untuk bangkit dari kemiskinan dan keterpurukan. Faktor-faktor tersebut antara lain:

  • Kondisi tanah yang kering dan tandus

Afrika merupakan suatu benua dengan wilayah yang luas. Akan tetapi, hampir seluruh wilayahnya memiliki tanah yang kering dan tandus. Keadaan tanah yang seperti ini menyebabkan penduduk di Afrika kesulitan untuk melakukan kegiatan bercocok tanam untuk menghasilkan makanan sebagai kebutuhan pokok mereka.

Untuk bisa melakukan sistem pertanian, penduduk Afrika sangat bergantung pada curah hujan di negara tersebut. Kalau sudah begini ceritanya, jangankan untuk bisa bangkit dari garis kemiskinan, bisa makan 3 kali sehari saja rasanya sudah jadi berkah banget untuk mereka. Kasihan kan? Keadaan penduduk ini sungguh memprihatinkan. Apalagi jika langsung terjun ke sana, dan melihat keadaan mereka yang sangat menyayat hati.

  • Kemiskinan di Afrika sebagai efek dari Penjajahan

Kemiskinan yang melanda Afrika ternyata juga sebagai akibat atau efek dari penjajahan, yang dilakukan oleh para penjajah selama beratus-ratus tahun yang lalu. Pada masa itu, sebagian besar wilayah di Afrika berada di bawah jajahan Britania. Hampir seluruh penduduk Afrika dijadikan budak  dan hanya sedikit dari mereka yang mendapatkan kehidupan yang layak. Kejamnya para penjajah ini!

Beberapa tahun yan lalu, negara ini bahkan sempat melakukan penjualan manusia untuk dijadikan budak. Maksud dari tindakan tersebut adalah agar mereka dapat memenuhi kehidupan mereka. Kedengarannya memang sangat mengerikan, namun itulah faktanya. Tapi setelah berjalan beberapa tahun lamanya, pemerintah pun mulai mengambil tindakan untuk menghentikan tindakan tersebut.

  • Minimnya pendidikan di Afrika

Pendidikan dapat dijadikan sebagai salah satu faktor, mengapa kemiskinan di Afrika sampai sekarang belum juga berakhir. Pendidikan merupakan suatu investasi seseorang, yang dapat menentukan kesuksesannya pada masa depan. Seseorang yang memiliki pendidikan dasar akan menginginkan anak cucu mereka untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dibandingkan dengan apa yang ia miliki.

Seseorang yang memiliki pendidikan juga dapat bekerja dan menghasilkan penghasilan yang paling tidak dapat menghidupinya. Permasalahannya sekarang adalah, sebagian besar anak di Afrika tidak memiliki pendidikan yang seharusnya mereka miliki. Sebagian dari mereka harus pergi bekerja membantu orang tuanya, dan yang lainnya mengalami kekurangan gizi akibat dari kemiskinan yang menimpa keluarganya.

Somalia diserang krisis kelaparan

Kelaparan merupakan persoalan serius di Somalia. Beberapa waktu yang lalu, salah satu wilayah di Afrika dilanda krisis kelaparan. Wilayah tersebut adalah Somalia. Somalia merupakan negara yang terletak di tanduk Afrika. Negara ini memiliki populasi sejumlah 12 juta penduduk. Dalam 25 tahun terakhir ini, penduduk Somalia telah menghadapi bencana kelaparan sebanyak tiga kali.

Pada tahun 2011 lalu, sebanyak 260 ribu penduduk di Somalia tewas akibat kelaparan. Menurut Badan Program Pangan PBB, sebagian besar korban yang tewas tersebut berusia di bawah lima tahun. Gila! Miris sekali melihat keadaan di Somalia ini. Anak-anak yang masih begitu kecil harus menjadi korban krisis tersebut.

Tahun ini, Somalia kembali terancam dengan kriris kelaparan yang sama. Akan tetapi, tindakan cepat dari Presiden Somalia, yaitu Mohamed Abdullahi Mohamed ini berhasil meminimalkan keadaan buruk tersebut, dengan cara meminta bantuan Internasional. Permintaan itu bertujuan untuk mengatasi kelaparan yang sedang melanda negara tersebut.

Setengah dari populasi penduduk di sana mengalami kekurangan pangan akut, dan 15 persennya menderita kelaparan. Karena keadaan genting inilah Presiden Somalia benar-benar membutuhkan bantuan dari negara-negara lain yang ada di dunia. Dan negara pertama yang merespon permintaan bantuan tersebut adalah Inggris. Inggris menyatakan bahwa mereka siap untuk menaikkan bantuannya terhadap Somalia.

Tidak hanya Imggris, beberapa negara lain juga turut membantu Somalia dalam menghadapi bencana kelaparan tersebut. Dan salah satunya adalah Indonesia. Banyak masyarakat Indonesia yang menyatakan keprihatinannya kepada Somalia, dan turut memberikan bantuan donasi untuk membantu penduduk yang sedang kelaparan di negara tersebut.

Kepedulian rakyat Indonesia tersebut terlihat dari keberhasilan dana yang terkumpul, yaitu sekitar Rp. 617.842.154, yang terkumpul melalui donasi online. Bantuan terhadap korban kelaparan di Somalia tersebut juga diwujudkan melalui tindakan pendistribusian paket makanan ke beberapa wilayah, yang dimulai dari Nairobi, ibukota Kenya dan Mogadishu.

Krisis kelaparan yang terjadi di Somalia ini semakin diperparah oleh kekeringan dan konflik bersenjata yang terjadi. Pemerintah setempat telah menyatakan situasi ini sebagai bencana nasional dan telah meminta bantuan Internasional.

Kelaparan di Somalia

Saat ini, bantuan berupa makanan dirasa menjadi kebutuhan yang paling mendesak, terutama di daerah krisis terparah. Selain itu fasilitas air bersih dan pelayanan kesehatan dasar juga sangat diperlukan oleh penduduk Somalia.

Bantuan darurat tahap awal ini akan terus berlangsung di Somalia hingga 10 hari ke depan. Selain pembagian makanan, juga akan dilakukan distribusi air bersih dan pembangunan sumur air untuk menanggulangi bencana kekeringan yang melanda negara tersebut.

Dan untuk kebaikan dan bantuan dari Internasional terhadap Somalia ini, Presiden Somalia menyampaikan rasa terima kasih dan harapannya, agar kiranya bantuan terhadap penduduknya tetap berjalan selama krisis berlangsung. Untunglah masih banyak yang peduli terhadap keadaan negara ini. Kalau tidak? Akan ada banyak nyawa yang hilang dengan sia-sia.

Tidak ada yang pernah tau kapan krisis ekonomi di Afrika ini akan segera berakhir. Yang pasti, negara ini sangat membutuhkan kepedulian dan bantuan untuk bisa melalui masa-masa sulit tersebut. Yah, harapannya semoga negara Afrika, khususnya Somalia ini bisa segera mengatasi permasalahan kelaparan yang terjadi, sehingga tidak ada lagi nyawa yang harus hilang akibat keadaan tersebut.