Apa tanggapanmu mengenai negara Afrika Selatan? Apa kamu hanya berfikir bahwa warga disana hanya mereka yang memiliki kulit hitam saja. Perlu untuk kamu ketahui bahwa terdapat kota khusus bagi mereka yang berkulit putih di Afrika. “Orania” Ini sebuah kawasan khusus untuk orang kulit putih yang didirikan tahun 1991, saat apartheid sedang sekarat.

Kota di wilayah Karoo yang jarang penduduknya itu dihuni hanya oleh para Afrikaner (keturunan bangsa Eropa aliran Calvinis di Afrika Selatan). Keturunan para pendantang berbahasa Belanda yang tiba di Afrika Selatan tahun 1652 bersama Jan van Riebeeck itu, kini mencapai enam persen dari populasi “Rainbow Nation” itu.

Namun, di Orania mereka merupakan 100 persen dari populasi. Para Afrikaner itulah yang menjadi tulang punggung Partai Nasional yang memperkenalkan apartheid. Banyak warga Afrika Selatan menganggap bahwa warga Orania sebagai sisa-sisa bittereinders, sebuah istilah yang digunakan untuk pelaku Perang Boer, yang marah terhadap pemerintahan yang ada sekarang.

Nah, bicarain mengenai Afrika Selatan, nggak afdol banget ya jika kita tidak membahas mengenai sejarahnya. Maka dari itu, yuk kita simak dibawah ini.

Sejarah Singkat Afrika Selatan

Afrika Selatan merupakan salah satu negara tertua di benua Afrika. Banyak suku telah menjadi penghuninya termasuk suku khoi, Bushmen, Xhosa dan Zulu Penjelajah Belanda yang dikenal sebagai Afrikaner tiba disana pada 1652.

Pada saat itu Inggris juga berminapemilut dengan negara ini, terutama setelah penemuan cadangan berlian yang melimpah. Hal ini menyebabkan Perang Britania Belanda dan dua Perang Boer. Pada 1910, empat republik utama digabung di bawah Kesatuan Afrika Selatan. Pada 1931, Afrika Selatan menjadi jajahan Britania sepenuhnya.

Walaupun negara ini berada di bawah jajahan Britania, mereka terpaksa berbagi kuasa dengan pihak Afrikaner. Pembagian kuasa ini telah berlanjut hingga tahun 1940-an, saat partai pro-Afrikaner yaitu Partai Nasional (NP) memperoleh mayoritas di Parlemen. Menciptakan dasar apartheid (yang disahkan pada tahun 1948), suatu cara untuk mengawal sistem ekonomi dan sosial negara dengan dominasi kulit putih dan diskriminasi ras.

Pada tahun 1961, setelah pemilu khusus kaum kulit putih, Afrika Selatan dideklarasikan sebagai sebuah republik. Bermula pada 1960-an, ‘Grand Apartheid’ (apartheid besar) dilaksanakan, politik ini menekankan pengasingan wilayah dan kezaliman pihak polisi.

Penindasan kaum kulit hitam terus berlanjut sehingga akhir abad ke-20. Pada Februari 1990, akibat dorongan dari bangsa lain dan tentangan hebat dari berbagai gerakan anti-apartheid khususnya Kongres NaionalA frika (ANC).

Pemerintahan Partai Nasional di bawah pimpinan Presiden F.W. de Klerk menarik balik larangan terhadap Kongres Nasional Afrika dan partai-partai politik berhaluan kiri yang lain dan membebaskan Nelson Mandela dari penjara. Undang-undang apartheid mulai dihapus secara perlahan-lahan dan tanpa diskriminasi yang pertama diadakan pada tahun 1994.

Partai ANC meraih kemenangan yang besar dan Nelson Mandela, dilantik sebagai Presiden kulit hitam yang pertama di Afrika Selatan. Walaupun kekuasaan sudah berada di tangan kaum kulit hitam, berjuta-juta penduduknya masih hidup dalam kemiskinan.

Sewaktu Nelson Mandela menjadi presiden negara ini selama 5 tahun, pemerintahannya telah berjanji untuk melaksanakan perubahan terutamanya dalam isu-isu yang telah diabaikan semasa era apartheid. Beberapa isu-isu yang ditangani oleh pemerintahan pimpinan ANC adalah seperti pengangguran, wabah AIDS, kekurangan perumahan dan pangan.

Pemerintahan Mandela juga mula memperkenalkan kembali Afrika Selatan kepada ekonomi global setelah beberapa tahun diasingkankan karena politik apartheid. Di samping itu, dalam usaha mereka untuk menyatukan rakyat pemerintah juga membuat sebuah komite yang dikenal dengan Truth and Reconciliation Comittee (TRC) dibawah pimpinan Uskup Desmond Tutu.

Komite ini berperan untuk memantau badan-badan pemerintah seperti badan polisi agar masyarakat Afrika Selatan dapat hidup dalam aman dan harmonis. Namun apakah afrika menjalankan sistem pemerintahan layaknya negara pada umumnya?

Sistem Pemerintahan

Menerapkan sistem politik demokrasi anti-apartheid. Bentuk negara Afrika Selatan adalah kesatuan dan bentuk pemerintahan republik. Sistem pemerintahan di Afrika Selatan adalah presidensial. Parlemen di Afrika Selatan terdiri dari dua bagian, yaitu majelis nasional dan dewan nasional provinsi. Setiap Provinsi di Afrika Selatan mempunyai satu penggubal undang-undang negeri dan Majelis Eksekutif yang diketuai oleh seorang Perdana Menteri atau “Premier”.

  • Kedudukan Presiden/Raja

Presiden Afrika Selatan memegang dua jabatan yaitu sebagai Kepala Negara dan juga Kepala Pemerintahan. Ia dipilih sewaktu Majelis Nasional (National Assembly) dan Majelis Provinsi-provinsi Nasional (National Council of Provinces) bergabung. Lazimnya, Presiden adalah pemimpin partai mayoritas di Parlemen.

Di Afrika Selatan, pemilu diadakan setiap 5 tahun dan setiap rakyat berusia 18 tahun ke atas diwajibkan untuk ikut. Pemilu terakhir ialah pada April 2004, dimana partai ANC berhasil memenangkan 69,68% kursi di parlemen. Partai ini bersama Partai Kebebasan Inkatha (6,97%) telah membentuk aliansi pemerintahan.

Partai-partai oposisi utama termasuk Aliasi Demokrat (12,37%), Gerakan Demokratik Bersatu atau UDM (2,28%), Demokrat Bebas atau ID (1,73%), Partai Nasional Baru atau NNP (1,65%) dan Partai Demokratik Kristen Afrika atau ACDP (1,6%).

  • Kedudukan DPR/Parlemen

Parlemen di Afrika Selatan terdiri dari dua bagian, yaitu majelis nasional dan dewan nasional provinsi.
Majelis Nasional adalah majelis rendah dari Parlemen Afrika Selatan, yang terletak di Cape Town, Western Cape Propinsi. Ini terdiri dari tidak kurang dari 350 dan tidak lebihy dari 400 anggota.

Hal ini dipilih setiap lima tahun menggunakan daftar partai perwakilan proporsional sistem, dimana setengah dari anggotanya dipilih secara proporsional dari 9 daftar provinsi sisa separuh dari daftar nasional untuk memulihkan proporsionalitas. Majelis Nasional dipimpin oleh seorang ketua, dibantu oleh wakil ketua. Dewan Nasional Provinsi adalah dewan pemerintahan yang berada ditingkat provinsi.

  • Sitem Pertanggung Jawaban Menteri

Afrika Selatan menggunakan Kabinet Presidensial. Dimana Kabinet Presidensial adalah suatu kabinet yang pertanggungjawaban atas kebijaksanaan pemerintah dipegang oleh Presiden. Presiden merangkap jabatan sebagai kepala pemerintah, sehingga para menteri tidak bertanggungjawab kepada parlemen/DPR, melainkan kepada Presiden.

Seperti yang banyak kamu tahu, bahwa Afrika merupakan negara yang terletak di ujung selatan Benua Afrika. Ada banyak hal yang membuat negara ini terkenal di seluruh dunia selain karena lokasinya yang mudah dibayangkan. Bagi para penggemar sepak bola, Afsel bukan negara yang asing karena di negara inilah, turnamen Piala Dunia 2010 pernah digelar.

Di luar ranah sepak bola, Afsel juga dikenal sebagai salah satu negara penghasil berlian terbanyak di dunia. Dan di Afsel pulalah, terdapat daratan bernama Tanjung Harapan Baik yang sempat disinggahi oleh pelaut termahsyur Portugis, Bartolomeu Dias.

Bukan hanya Indonesia atua bahkan negara lain saja yang memiliki Budaya ataupun tradisi, ternyata negara kulit hitam ini memiliki beberapa budaya dan bahkan memiliki tradisi yang sedikit mencengkam nih guys. Penasaran? Untuk itu kita lanjut baca guys.

Budaya Afrika Selatan

Pada umumnya pada masyarakat kulit hitam, kepercayaan mereka masih berlandaskan kepada dewa-dewa yang perkasa serta maskulin, semangat nenek moyang, dan kuasa-kuasa gaib. Mereka juga membenarkan poligami serta mas kawin (lobolo) sering akan dibayar.

Bagi masyarakat Afrika, kerbau punya peran lebih. Kerbau diidentikkan sebagai simbol kekayaan dan hewan korban. Untuk kesenian, Afrika Selatan menyimpan beberapa lukisan gua dan batu oleh Suku San. Ada diantara lukisan tersebut berusia 26.000 tahun.

Di Afrika Selatan terdapat sebuah tarian yang dilakukan dengan mengenakan sepatu bot Wellington. Bahkan terdapat Tarian yang disebut sebagai Tarian Gumboot. Selain itu ada juga tarian tradisional yang disebut dengan Tarian Vokspele. Dan berikut beberapa budaya yang terdapat di Afsel.

Festival

Ada berbagai macam festival yang ada di Afrika Selatan yakni : Prickly Pear Festival, Uitenhage Eastern Cape. Hal ini diadakan pada akhir Februari atau awal Maret di Cuyler Hofstede pertanian museum dekat Uitenhage.

Ini adalah hari makanan tradisional seperti bir jahe, pancake, potjiekos, buatan selai, panggangan braai dan ikan braai, kelinci-chow dan rumah-dibuat puding. Selain itu banyak festival yang diadakan di Negara ini yaitu Keju Festival, Cape Town Jazz Festival Klein Karoo Festival, Philippolis Witblits Festival dan masih banyak yang lainnya.

Tari-tarian

Tarian Gumboot (atau isicathulo) adalah Afrika tarian yang dilakukan oleh penari mengenakan sepatu bot Wellington Di Afrika Selatan ini lebih umum disebut bersepatu. Sepatu mungkin dihiasi dengan lonceng.

Suara ini akan menjadi kode atau panggilan yang berbeda untuk mengatakan sesuatu kepada orang lain jarak yang cukup dekat. Ini pada dasarnya digunakan sebagai bahasa di lapangan pertambangan. Selain itu terdapat tarian Vokspele yang merupakan tari tradisional Afrika Selatan juga.

Pakaian Adat

Pakaian adat Afrika Selatan yang dikenakan, seperti gaun panjanag misalnya wear.For, Di Afrika Selatan dikenal dengan kemeja Madiba. Kain ini kemudian dipotong menjadi bentuk garmen. Di Eastern Cape, Afrika Selatan kita menemukan orang-orang Xhosa, pakaian gaya populer seorang wanita di wilayah ini adalah modern

Mbaco Pakaian” Mbaco adalah seratus persen katun kain yang datang dalam tiga warna primer dan tradisional untuk daerah: krim, merah dan oranye.

Gimana? Budaya yang terdapat disana tak jauh beda bukan dengan Indonesia? Mereka memiliki festival, pakaian adat bahkan ada tarian khas dari negara tersebut. Nah, kamu juga harus tahu mengenai tradisi yang begitu terkenal di Afrika. Duh saya agak sedikit seram nih guys, namun inilah tradisi dari Afrika.

Tradisi Lepas Perawan

Ternyata tradisi melepas perawan ini banyak dilakukan remaja Afrika Selatan sesudah mereka lulus sekolah. Cukup mengejutkan untuk kita mendengarnya. Karena, pada umumnya keperawanan biasanya diberikan kepada pasangan yang masing-masing dalam ikatan yang “SAH“.

Namun, hal ini tidak berlaku lho pada remaja yang berada di Afrika Selatan. Entah hal ini karena kemajuan negara atau memang kebablasan, pastinya kita semua tidak dapat mengetahuinya.

Afrika, benua dengan wilayah daratan yang cukup luas. Ditempati begitu banyak penduduk dengan berbagai suku dan tradisi yang sebagain besar merupakan suku asli. Sebagian masyarakat suku di sana masih belum begitu terpengaruh perkembangan zaman.

Mereka masih memegang teguh tradisi yang telah diwarisi secara turun-temurun. Imbasnya masih banyak berbagai ritual yang masih dilaksanakan masyarakat suku hingga sekarang. Ritual ini dinamakan sebagai pembersihan para gadis. Nah, pertanyaannya bagaimanakah penduduk desa melakukan hal tersebut?

Ritual ini dilakukan dengan membiarkan para gadis ditiduri oleh seorang pria. Pria ini juga bukan pria sembarangan, dia adalah orang yang terpilih secara adat dengan gelar Hyena. Pria Hyena inilah yang dibayar untuk melakukan “pembersihan” dengan cara berhubungan badan tentunya.

Para orang tua di Malawi ini sangat percaya jika ritual tersebut tidak dilakukan maka malapetaka besar akan menimpa si gadis. Ritual ini juga berlaku bagi para janda dan wanita yang keguguran untuk melakukan pembersihan juga.

Yah, sebuah tradisi emang sulit untuk dilepaskan dari beberapa negara, bahkan suku yang sangat mempercayai akan sebuah ritual semacam ini. Sayangnya, para orang tua di sana tidak menyadari bahaya yang mengintai putri mereka. Perilaku seks semacam ini berpotensi besar menularkan virus HIV kepada para gadis. Praktik pembersihan ini dituding sebagai salah satu penyebab meningkatnya penderita HIV di Malawi.

Pemerintah Malawi telah berupaya menghalau praktik ritual pembersihan tersebut. Salah satunya dengan melakukan pelarangan pernikahan anak dan meningkatkan usia pernikahan dari 15 tahun menjadi 18 tahun.

Melestarikan sebuah tradisi memang tugas kita sebagai pewaris generasi. Namun, kita juga tidak boleh mematuhi tradisi secara buta tanpa mempertimbangkan resiko yang menyertainya. Gimana? Pasti kamu setuju bukan?