Hay brother,, ternyata tradisi melepas perawan ini banyak dilakukan remaja Afrika Selatan sesudah mereka lulus sekolah. Cukup mengejutkan untuk kita mendengarnya. Karena, pada umumnya keperawanan biasanya diberikan kepada pasangan yang masing-masing dalam ikatan yang SAH. Namun, hal ini tidak berlaku lho pada remaja yang berada di Afrika Selatan.. Entah hal ini karena kemajuan negara atau memang kebablasan, pastinya kita semua tidak dapat mengetahuinya.

Bahkan, soal hubungan seks pun cenderung bebas sehingga menimbulkan beberapa penyimpangan sosial. Nah guys, anehnya lagi di Afrika Selatan, sebuah film remaja pernah diputar bebas ditelevisi Afrika Selatan dan tayang pada pukul 21.00 waktu setempat. Intinya, sinetron itu berkisah tentang siswa-siswa tingkat SMA.

Dalam kisah itu, para siswa Afrika Selatan menyiapkan pesta kelulusan sekolah mereka. Setelah menerima hasil kelulusan, mereka pun berniat akan mengadakan pesta di rumah salah satu siswa. Namun, sebelum pesta tiba-tiba ada tulisan-tulisan di sekolah yang mengejek para siswa yang masih perjaka dan perawan. Seolah, hal suci dan terpuji itu justru dianggap aneh oleh orang Afrika Selatan.

Lalu, terjadilah pesta kelulusan itu. Dan siswi yang tadinya masih perawan dan siswa yang tadinya masih perjaka berusaha untuk melepasnya di malam kelulusan mereka. Di lantai atas sudah tersedia beberapa kamar untuk melepas keperawanan dan keperjakaan mereka. Siswa yang menemukan pasangan atau pasangan lama bisa bergantian memakai kamar untuk melakukan hubungan seks.

Menurut orang-orang Afrika Selatan, pesta itu selalu terjadi di bulan Juni atau awal Juli. Hal itu sering mereka lakukan ketika datang pada masa kelulusan sekolah. Biasanya, pesta tersebut dilakukan mereka secara sembunyi-sembunyi dan dibuat seperti layak nya pesta kelulusan pada umumnya.

Namun pada tahun ini, banyak pesta dilakukan secara sembunyi-sembunyi, baik secara berkelompok maupun dilakukan berdua. Pesta tersebut pernah terjadi sebelum Piala Dunia 2010. Dengan demikian, mereka akan bisa menikmati Piala Dunia 2010 dengan status “membanggakan” begitu pendapat mereka.

Ya, di sini memang ada tradisi seperti itu. Sepertinya hal itu pengaruh dari Amerika Serikat. Namun, bagi yang masih menjaga norma, ini tentu mengkhawatirkan,” kata Djaka Widyatmadja, staf KBRI di Pretoria, yang sudah tinggal di Afrika selatan selama 15 tahun. Biasanya pesta tersebut dilakukan sehabis kelulusan mereka.

Bahkan, hal ini dapat dibenarkan oleh Lesogo, seorang sukarelawan Piala Dunia yang bermarkas di FIFA Fan Fest Inner Free Park, Johannesburg. Menurutnya, di Afrika Selatan jika seseorang yang sudah berumur 18 tahun bebas menentukan pilihan dan bertindak sesuka mereka. Bahkan, mereka juga bebas berhubungan seks atau memutuskan menikah, karena sudah dianggap bisa bertanggung jawab dan mandiri.

Terus terang, saya juga melakukan hal itu dan itu sudah menjadi hal yang biasa bagi saya. Tapi, saya melakukannya setelah berumur 18 tahun. Di Afrika Selatan berhubungan seks dengan gadis yang masih di bawah 18 tahun merupakan pelanggaran hukum dan bisa didakwa dengan pasal pemerkosaan yang hukumannya sangat berat, begitu kata Lesogo. Meski pun begitu, kasus hilang nya perawan di Afrika bisa terjadi saat masih seorang berusia di bawah 18 tahun. Namun, hal ini berhubungan dengan keyakinan masyarakat lokal yang berada di Afrika Selatan.

Dan praktik seperti ini masih sering terjadi di Afrika Selatan. Bahkan, praktik ini sempat menjadi trend masyarakat Afrika Selatan karena adanya isu bahwa penyakit AIDS bisa hilang jika seseorang berhubungan seks dengan balita.

Sebagai catatan, kasus HIV/AIDS di Afrika Selatan masih tergolong tinggi. Bahkan, Afrika Selatan termasuk salah satu negara yang paling banyak mengidap penyakit AIDS. Beberapa penelitian pun mengatakan bahwa pada tahun 2007, jumlah penderita AIDS yang berada di Afrika Selatan mencapai 5.700.000 orang. Nah, itu artinya Afrika Selatan menjadi negara yang paling tinggi dalam jumlah penyakit penderita AIDS.

Dalam penyambutan piala dunia, kabarnya pesta melepas keperawanan dan keperjakaan cukup banyak dilakukan masyarakat Afrika Selatan. Memang dua hal itu tak ada hubungannya. Namun, mereka ingin menikmati Piala Dunia bersama pacarnya dan sudah dalam status sering melakukan hubungan seks.

Yang pasti, hubungan antara pemuda dan pemudi di Afsel memang sangat bebas. Bahkan, tak jarang mereka mempertontonkan kemesraan, baik pelukan maupun ciuman bibir, mereka tidak pernah merasa risih melakukannya di depan umum. Orang-orang di sekitarnya pun juga cuek saja, seolah sudah menjadi pemandangan biasa masyarakat Afrika Selatan.

Artikel ini gak bikin celana kamu basah kan hehehehe…