Popular posts

info

Cuma Negara Ini Perempuan Gendut Idola Para Pria

Bagi masyarakat Indonesia, lazimnya perempuan yang pantas disebut cantik mempunyai bentuk tubuh langsing, putih mulus, kaki jenjang dan rambut panjang. Hal ini dikarenakan iklan yang terus menerus ditampilkan di layar kaca. Kalau kamu tidak memenuhi kriteria tersebut, ya maaf saja mungkin kamu kurang cantik.

Menurut saya sih cantik itu relatif, kalau jelek ya berarti udah takdir hehe.. Tergantung deh bagaimana dan siapa yang melihatnya. Antara satu orang dan orang lain tentu saja persepsinya akan berbeda, iyakan guys? Nah, ngomong-ngomongi persepsi Di Mauritania tepatnya di negara Afrika, punya persepsi berbeda tentang perempuan cantik. Bagi mereka, perempuan cantik adalah perempuan yang memiliki tubuh berisi atau bisa di katagori kan gendut. Sebuah persepsi yang unik bukan? Penasaran kenapa perempuan cantik jadi idola di Mauritania? Yuk, kita simak ulasannya.

Asal Usul Suku Mauritania

Tradisi seperti ini sejatinya sangat begitu dihormati oleh suku Mauritania. Mulanya sih berawal dari pra colonial pada masanya saat itu seorang istri kaya yang hanya menjalani hidupnya dengan duduk manis dirumah di sepanjang harinya. Sementara pada budak banyak sekali pekerjaan rumah tangga yang harus dikerjakannya. Karena kebiasannya yang sehari-hari itu lah membuah sih wanita tersebut menjadi gemuk. Nah untuk itu secara tak langsung, tubuh gemuk sang istri mencerminkan sebuah kemakmuran dan kejayaan suaminya. Selain itu, munculnya stretch mark atau guratan pada perut dan pinggul wanita juga diangga sebagai perhiasan wanita. Terlebih lagi lemak di sekitar pinggang sudah dianggap sesuatu yang begitu dibanggakan.

Anak Perempuan Akan Dipaksa Untuk Mengikuti Persepsi Tersebut

Ya, persepsi seperti ini sudah memang sangat mendarah daging di  kalangan suku Mauritania. Bahkan bagi mereka, malu rasanya jika mempunyai anak gadis yang kurus. Oleh karenanya, sedari kecil mereka dipaksa untuk makan dengan porsi yang cukup terbilang besar. Mulai dari daging kambing, nasi dengan porsi luar biasa, hingga bergelas-gelas susu kambing dan sapi. Tak peduli perut gadis-gadis ini sudah penuh, mereka harus tetap makan. Makan, makan dan makan. Begitulah warga Mauritania memaksa para gadis untuk menggemukkan badan mereka. Bahkan jika tidak mau makan banyak, siap-siap keluarganya menghukum mereka. Entah dipukul dengan tongkat bahkan dialiri listrik. Walaupun kedenganrannya begitu sangat menyeramkan, namun itulah fakta yang telah dirasakan khususnya anak yang berada di suku Mauritania.

Anehnya, Perempuan Cantik Bagi Mereka Bertubuh Gendut

Tak bisa dipungkiri yang pasti kedengaran akan hal ini tentu lah sangat amat menjanggal. Namun beginilah keadaan sebenarnya di Suku Mauritania. Anehnya Kecantikan bukan di defenisikan dengan tubuh langsing, tinggi semampai, atau kulit putih mulus, namun dengan tubuh gendut dengan segala gelambir-gelambirnya yang aduhai. Perempuan di sini harus menggemukkan badan agar bisa menikah. Maklum, lelaki di Mauritania sangat mengidolai perempuan gendut.

Bagi masyarakat Mauritania, gemuk atau gendut tak sekedar kecantikan belaka. Tubuh gendut seakan menyiratkan kehidupan yang makmur dan sejahterah dan menunjukkan status sosial. Sementara perempuan kurus dianggap miskin dan tidak cantik serta hanya mempermalukan keluarga.

bahkan ada lho yang saking sukanya dengan perempuan gemuk, ada yang rela menceraikan istrinya jika kelak tidak gemuk lagi. Semakin berat badan perempuan (100 kg sekalipun), semakin cantiklah mereka di hadapan para pria di Mauritania. Hal itu sanga membuktikan bahwa kecantika cuma selera belaka. begitu lah ucapan para pria yang berada disuku tersebut.

Dampak Buruk Akan Kesehatan Perempuan Di Afrika

Di Mauritania, kurang lebih 40 persen kaum perempuannya mengidap kegemukan atau obesitas. Ya, angkat tersebur cukup terbilang besar untuk sebuah negara berkembang yang tidak terlalu terpapar makanan junk food. Hal ini terjadi karena praktik persepsi seperti itu yang keras dan masih marak di kawasan pedesaan. Untuk itu tidak sedikit pula anak-anak muda yang ada dikota-kota afrika melakukan aksi berkampanye untuk menghentikan tradisi yang sangat beresiko untuk kesehatan ini. Pemerintah pun kesulitan menangani masalah ini. Sehingga banyak korban berjatuhan akan persepsi yang dilakukan suku mauritania ini.

Sebagian Orang Sudah Meninggalkan Persepsi Mauritania

Untuk Penduduk Mauritania yang terkenal modern dan kelas menengah sudah menegaskan bahwa mereka sudah meninggalkan praktek persepsi seperti ini. Tapi lain halnya dengan penduduk pedesaan yang masih terus melaksanakan praktek penggemukan tak kira-kira ini. Untuk itu bukan berarti pemerintah setempat tidak berjuang untuk menututp paksa persepsi seperti ini.

Ya, pemerintah sendiri telah banyak berjuang untuk menghilangkan padangan bahwa gemuk adalah cantik yang sangat diyakini masyarakat Mauritania. Berbagai upaya kampanye dan penyuluhan bahaya memiliki tubuh obesitas dilakukan agar masyarakat pedalaman memahami resiko kegemukan pada penyakit diabetes bahkan jantung. Selain itu efek psikologis dari terapi menggemukkan pada anak-anak perempuan juga akan berimbas pada trauma dan penerimaan diri mereka.

So guys, gimana pandangan kalian akan tradisi seperti ini. Apakah gemuk melambangkan kemakmuran seperti halnya persepsi di mauritania? Saya sih tidak begitu setuju, Karena pada akhirnya jaman yang sudah semakin maju dan seharusnya manusia makin mengerti bahwa ada hal yang harus diubah untuk kehidupan yang lebih baik.

info

Diburu Dan Dibunuh, Inilah Kisah Mengharukan Orang Albino Di Afrika

Mungkin sebagian dari kalian semua tentu sudah tidak asing lagi dengan sebutan manusia Albino, manusia yang berkulit sangat putih seputih susu. Bukan hanya kulit bahkan bulu-bulu tubuhnya berwarna putih. Warna matanya pun seperti mata kucing berwarna pucat atau mungkin hijau. Albino adalah kelainan genetik yang diturunkan dari orang tua. Tetapi sebenarnya ada mutasi genetik lain yang dikaitkan dengan Albino. Semuanya menuju pada perubahan dari produksi melanin dalam tubuh.

Seorang yang mengalami Albino memang memiliki penampilan yang berbeda. Seperti orang Albino yang berada di negara Afrika khususnya di Malawi yang katanya sih seringkali mendapat tatapan atau perlakuan yang sangat jauh berbeda, bahkan tak jarang mereka dibully. Dan yang paling mengharukan sampai diburu dan dibunuh. Bukan hanya itu saja, banyak mitos yang berkembang soal orang dengan sebutan Albino. Nah, biar nggak penasaran, yuks kita simak ulasannya dibawah ini.

Tragis dan mengerikan


Sangat amat tragis serta mengharukan. Ya, berdasarkan cerita dari salah satu seorang nelayan yang berada di Afrika yang telah memperistrikan seorang manusia Albino, ia tega menjual istrinya senilai 2000 poundsterling atau sekitar 34 juta kepada seorang pengusaha. Selanjutnya adalah kasus gadis Albino 13 tahun bernama Elizabeth Hussein yang diburu dan dibunuh oleh orang bersenjata belati. Seolah menumpahkan darah orang-orang Albino adalah halal bagi orang-orang buas tersebut.

Bukan hanya itu saja, bahkan mayat yang sudah terpotong-potong ditemukan di rumah seorang dukun yang telah melarikan diri ketika polisi sampai di sana. Kasus lainnya adalah Ezekiel John, 47 thn, yang tewas mengenaskan dibantai di dekat kota Kigoma. Pembunuhan-pembunuhan ini semakin menunjukkan kasus pembataian sadis terharap orang-orang albino yang semakin meningkat.


Bukan hanya di Afrika saja, negara Tanzania adalah salah satu negara yang memperlakukan Albinonya secara kejam. Untuk bisa lolos dari upaya pembantaian, orang Albino harus membekali diri dengan keterampilan bela diri atau pengawalan agar dapat terhindar dari pembantain tersebut. Jadi tak heran kalau banyak orang Albino melarikan diri dan mereka konon bersembunyi di pulau terpencil Ukerewe di Lake Victoria. Itu juga sebabnya kenapa di pulau itu begitu banyak orang Albino dibanding tempat lain. Sampai-sampai pulau itu dikenal sebagai pulau orang Albino karena populasi mereka yang mayoritasnya adalah orang-orang Albino.

Di pulau inilah banyak orang-orang Albino yang hidupnya jauh lebih baik. Orang tidak percaya akan gembar-gembor bahwa Albino adalah setan,” ungkap seorang Albino yang menetap di Ukerewe. Albinism bukanlah setan melainkan kelainan gen yang diwarisi secara turun temurun. Mereka kekurangan zat warna melanin untuk melindungin melindungi kulit, mata dan rambut dari sinar ultraviolet matahari. Orang-orang Albino juga rentan menderita kanker kulit karena tiadanya melanin pelindung kulit.

Tingkat populasi orang Albino di Afrika memang relatif lebih besar dibanding negara atau benua lain di dunia. Kalau benua lain perbandingannya 1 : 20.000 kelahiran, tapi di Afrika bisa 1:5000 kelahiran adalah penderita Albinism sedangkan pertumbuhan Albino paling tinggi di dunia ada di Ukerewe, Tanzania.

Mistis dan kepercayaan sesat

Legenda yang berkembang di Afrika menyatakan bahwa orang-orang Albino sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan sihir. Itulah sebabnya ‘perburuan’ orang-orang Albino begitu gencar dilakukan oleh dukun maupun orang suruhan karena dipercaya meminum darah orang Albino bisa meningkatkan kemampuan magic. Di sisi lain, para pelayan percaya bahwa bila membuat jala dari rajutan rambut orang Albino, maka jala itu akan ampuh dalam mengeruk ikan di laut.

Demikian juga para buruh tambang yang merasa yakin kegiatan penambangan akan mendapatkan banyak hasil jika ia memakai bandulan yg terbuat dari badan orang-orang Albino. Para buruh tambang ini bersedia membayar mahal untuk tulang-tulang orang Albino. Karena begitu tingginya permintaan akan tulang orang Albino, sampai-sampai ada saja yg mencuri jenazah orang Albino yang sudah dikubur, untuk diambil tulang-tulang nya.

Ini memang kepercayaan masyarakat Africa, khususnya di Tanzania yang berpenduduk 40 juta jiwa. Masyarakat Albino Tanzania berjuang keras melawan penyebaran kepercayaan yang sangat menyesatkan itu.

Zihada Msembo, Sekretaris Jendral Masyarakat Albino, mengatakan: “Mereka memotong-motong kami seperti ayam. Kami hidup dalam ketakutan. Jika anda (Albino) pulang malam hari dari bekerja, bisa jadi anda tidak akan selamat sampai di rumah. Tidak hanya di luar rumah, di dalam rumah pun kami selalu ketakutan dan tidak bisa tenang dalam tidur karena bisa jadi orang-orang datang membunuh kami,” ungkapnya.

Situasinya memang benar-benar kritis! Pemerintah harus bertindak tegas. Sejauh ini sudah 170 orang ditahan karena kasus pembunuhan Albino, namun itu belum cukup. Harus ada tindakan lebih tegas dari pemerintah. Begitu kata Al-Shaymaa Kwegyir, tokoh Albino Tanzania.

Bahkan menurut sekretaris jendral tersebut bahwa pada Oktober lalu mereka (kaum Albania) melakukan demonstrasi besar-besaran dan mendesak pemerintah agar segera menangani masalah ini. Pembunuhan besar-besaran terhadap orang-orang Albino sudah sampai pada taraf mengerikan. Bayangkan, orang-orang itu berani mencincang orang Albino dan mengambil anggota badannya begitu saja. “Ini benar-benar terror,” katanya.


Ernest Kimaya, 42, Ketua Masyarakat Albino mengatakan, orang-orang yang membatai kaum Albino adalah dukun atau orang-orang suruhannya. “Apa yang terjadi sungguh gila dan mengerikan, tetapi kami harus menghadapinya dengan berani. Kami membutuhkan uang untuk membayar seorang pengacara. Pemerintah sudah menyuruh polisi melakukan sensus Albino, oleh sebab itu kami mengenal berapa di antara kami. Pemerintah sudah meminta polisi untuk melindungi kami, namuin itu saja tidak cukup karena kami menghendaki adanya hukuman bagi orang-orang yang berlaku sangat brutal, agar lebih banyak orang Tanzania mengetahui ketidakadilan ini.

So guys, gimana menurut kalian setelah membaca artikel ini? Bukankah kelainan yang mereka alami sejak lahir tidak selalu harus menghalangi langkah mereka. Ya, semoga saja orang-orang dengan Albino di Afrika bisa segera hidup dengan tenang tanpa dihinggapi kecemasan akan diburu dan dibunuh dengan sangat kejam.

News

Somalia Kembali Dilanda Krisis Kelaparan Akut

Afrika kembali dilanda oleh krisis ekonomi yang sangat buruk. Padahal, negara ini baru saja mencoba untuk bangkit melawan krisis yang mereka hadapi. Tapi sayangnya, dewi fortuna atau keberuntungan sepertinya masih belum berpihak kepada mereka. Buktinya, negara ini masih saja terpuruk dalam kemiskinan dan kelaparan.

Kemiskinan yang melanda Afrika sudah bukan menjadi suatu hal yang baru lagi. Meskipun negara Afrika ini terkenal dengan kekayaan dalam pertambangan emas, platinum dan berliannya, akan tetapi 16 juta dari penduduknya masih hidup di bawah garis kemiskinan dan 2,3 juta penduduk lainnya berisiko mengalami kekurangan gizi.

Ada dua faktor penting yang diperkirakan menjadi alasan mengapa Afrika sangat sulit untuk bangkit dari kemiskinan dan keterpurukan. Faktor-faktor tersebut antara lain:

  • Kondisi tanah yang kering dan tandus

Afrika merupakan suatu benua dengan wilayah yang luas. Akan tetapi, hampir seluruh wilayahnya memiliki tanah yang kering dan tandus. Keadaan tanah yang seperti ini menyebabkan penduduk di Afrika kesulitan untuk melakukan kegiatan bercocok tanam untuk menghasilkan makanan sebagai kebutuhan pokok mereka.

Untuk bisa melakukan sistem pertanian, penduduk Afrika sangat bergantung pada curah hujan di negara tersebut. Kalau sudah begini ceritanya, jangankan untuk bisa bangkit dari garis kemiskinan, bisa makan 3 kali sehari saja rasanya sudah jadi berkah banget untuk mereka. Kasihan kan? Keadaan penduduk ini sungguh memprihatinkan. Apalagi jika langsung terjun ke sana, dan melihat keadaan mereka yang sangat menyayat hati.

  • Kemiskinan di Afrika sebagai efek dari Penjajahan

Kemiskinan yang melanda Afrika ternyata juga sebagai akibat atau efek dari penjajahan, yang dilakukan oleh para penjajah selama beratus-ratus tahun yang lalu. Pada masa itu, sebagian besar wilayah di Afrika berada di bawah jajahan Britania. Hampir seluruh penduduk Afrika dijadikan budak  dan hanya sedikit dari mereka yang mendapatkan kehidupan yang layak. Kejamnya para penjajah ini!

Beberapa tahun yan lalu, negara ini bahkan sempat melakukan penjualan manusia untuk dijadikan budak. Maksud dari tindakan tersebut adalah agar mereka dapat memenuhi kehidupan mereka. Kedengarannya memang sangat mengerikan, namun itulah faktanya. Tapi setelah berjalan beberapa tahun lamanya, pemerintah pun mulai mengambil tindakan untuk menghentikan tindakan tersebut.

  • Minimnya pendidikan di Afrika

Pendidikan dapat dijadikan sebagai salah satu faktor, mengapa kemiskinan di Afrika sampai sekarang belum juga berakhir. Pendidikan merupakan suatu investasi seseorang, yang dapat menentukan kesuksesannya pada masa depan. Seseorang yang memiliki pendidikan dasar akan menginginkan anak cucu mereka untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dibandingkan dengan apa yang ia miliki.

Seseorang yang memiliki pendidikan juga dapat bekerja dan menghasilkan penghasilan yang paling tidak dapat menghidupinya. Permasalahannya sekarang adalah, sebagian besar anak di Afrika tidak memiliki pendidikan yang seharusnya mereka miliki. Sebagian dari mereka harus pergi bekerja membantu orang tuanya, dan yang lainnya mengalami kekurangan gizi akibat dari kemiskinan yang menimpa keluarganya.

Somalia diserang krisis kelaparan

Kelaparan merupakan persoalan serius di Somalia. Beberapa waktu yang lalu, salah satu wilayah di Afrika dilanda krisis kelaparan. Wilayah tersebut adalah Somalia. Somalia merupakan negara yang terletak di tanduk Afrika. Negara ini memiliki populasi sejumlah 12 juta penduduk. Dalam 25 tahun terakhir ini, penduduk Somalia telah menghadapi bencana kelaparan sebanyak tiga kali.

Pada tahun 2011 lalu, sebanyak 260 ribu penduduk di Somalia tewas akibat kelaparan. Menurut Badan Program Pangan PBB, sebagian besar korban yang tewas tersebut berusia di bawah lima tahun. Gila! Miris sekali melihat keadaan di Somalia ini. Anak-anak yang masih begitu kecil harus menjadi korban krisis tersebut.

Tahun ini, Somalia kembali terancam dengan kriris kelaparan yang sama. Akan tetapi, tindakan cepat dari Presiden Somalia, yaitu Mohamed Abdullahi Mohamed ini berhasil meminimalkan keadaan buruk tersebut, dengan cara meminta bantuan Internasional. Permintaan itu bertujuan untuk mengatasi kelaparan yang sedang melanda negara tersebut.

Setengah dari populasi penduduk di sana mengalami kekurangan pangan akut, dan 15 persennya menderita kelaparan. Karena keadaan genting inilah Presiden Somalia benar-benar membutuhkan bantuan dari negara-negara lain yang ada di dunia. Dan negara pertama yang merespon permintaan bantuan tersebut adalah Inggris. Inggris menyatakan bahwa mereka siap untuk menaikkan bantuannya terhadap Somalia.

Tidak hanya Imggris, beberapa negara lain juga turut membantu Somalia dalam menghadapi bencana kelaparan tersebut. Dan salah satunya adalah Indonesia. Banyak masyarakat Indonesia yang menyatakan keprihatinannya kepada Somalia, dan turut memberikan bantuan donasi untuk membantu penduduk yang sedang kelaparan di negara tersebut.

Kepedulian rakyat Indonesia tersebut terlihat dari keberhasilan dana yang terkumpul, yaitu sekitar Rp. 617.842.154, yang terkumpul melalui donasi online. Bantuan terhadap korban kelaparan di Somalia tersebut juga diwujudkan melalui tindakan pendistribusian paket makanan ke beberapa wilayah, yang dimulai dari Nairobi, ibukota Kenya dan Mogadishu.

Krisis kelaparan yang terjadi di Somalia ini semakin diperparah oleh kekeringan dan konflik bersenjata yang terjadi. Pemerintah setempat telah menyatakan situasi ini sebagai bencana nasional dan telah meminta bantuan Internasional.

Kelaparan di Somalia

Saat ini, bantuan berupa makanan dirasa menjadi kebutuhan yang paling mendesak, terutama di daerah krisis terparah. Selain itu fasilitas air bersih dan pelayanan kesehatan dasar juga sangat diperlukan oleh penduduk Somalia.

Bantuan darurat tahap awal ini akan terus berlangsung di Somalia hingga 10 hari ke depan. Selain pembagian makanan, juga akan dilakukan distribusi air bersih dan pembangunan sumur air untuk menanggulangi bencana kekeringan yang melanda negara tersebut.

Dan untuk kebaikan dan bantuan dari Internasional terhadap Somalia ini, Presiden Somalia menyampaikan rasa terima kasih dan harapannya, agar kiranya bantuan terhadap penduduknya tetap berjalan selama krisis berlangsung. Untunglah masih banyak yang peduli terhadap keadaan negara ini. Kalau tidak? Akan ada banyak nyawa yang hilang dengan sia-sia.

Tidak ada yang pernah tau kapan krisis ekonomi di Afrika ini akan segera berakhir. Yang pasti, negara ini sangat membutuhkan kepedulian dan bantuan untuk bisa melalui masa-masa sulit tersebut. Yah, harapannya semoga negara Afrika, khususnya Somalia ini bisa segera mengatasi permasalahan kelaparan yang terjadi, sehingga tidak ada lagi nyawa yang harus hilang akibat keadaan tersebut.

News

Wow, Afrika Selatan Memiliki Tradisi Lepas Perawan

Hay brother,, ternyata tradisi melepas perawan ini banyak dilakukan remaja Afrika Selatan sesudah mereka lulus sekolah. Cukup mengejutkan untuk kita mendengarnya. Karena, pada umumnya keperawanan biasanya diberikan kepada pasangan yang masing-masing dalam ikatan yang SAH. Namun, hal ini tidak berlaku lho pada remaja yang berada di Afrika Selatan.. Entah hal ini karena kemajuan negara atau memang kebablasan, pastinya kita semua tidak dapat mengetahuinya.

Bahkan, soal hubungan seks pun cenderung bebas sehingga menimbulkan beberapa penyimpangan sosial. Nah guys, anehnya lagi di Afrika Selatan, sebuah film remaja pernah diputar bebas ditelevisi Afrika Selatan dan tayang pada pukul 21.00 waktu setempat. Intinya, sinetron itu berkisah tentang siswa-siswa tingkat SMA.

Dalam kisah itu, para siswa Afrika Selatan menyiapkan pesta kelulusan sekolah mereka. Setelah menerima hasil kelulusan, mereka pun berniat akan mengadakan pesta di rumah salah satu siswa. Namun, sebelum pesta tiba-tiba ada tulisan-tulisan di sekolah yang mengejek para siswa yang masih perjaka dan perawan. Seolah, hal suci dan terpuji itu justru dianggap aneh oleh orang Afrika Selatan.

Lalu, terjadilah pesta kelulusan itu. Dan siswi yang tadinya masih perawan dan siswa yang tadinya masih perjaka berusaha untuk melepasnya di malam kelulusan mereka. Di lantai atas sudah tersedia beberapa kamar untuk melepas keperawanan dan keperjakaan mereka. Siswa yang menemukan pasangan atau pasangan lama bisa bergantian memakai kamar untuk melakukan hubungan seks.

Menurut orang-orang Afrika Selatan, pesta itu selalu terjadi di bulan Juni atau awal Juli. Hal itu sering mereka lakukan ketika datang pada masa kelulusan sekolah. Biasanya, pesta tersebut dilakukan mereka secara sembunyi-sembunyi dan dibuat seperti layak nya pesta kelulusan pada umumnya.

Namun pada tahun ini, banyak pesta dilakukan secara sembunyi-sembunyi, baik secara berkelompok maupun dilakukan berdua. Pesta tersebut pernah terjadi sebelum Piala Dunia 2010. Dengan demikian, mereka akan bisa menikmati Piala Dunia 2010 dengan status “membanggakan” begitu pendapat mereka.

Ya, di sini memang ada tradisi seperti itu. Sepertinya hal itu pengaruh dari Amerika Serikat. Namun, bagi yang masih menjaga norma, ini tentu mengkhawatirkan,” kata Djaka Widyatmadja, staf KBRI di Pretoria, yang sudah tinggal di Afrika selatan selama 15 tahun. Biasanya pesta tersebut dilakukan sehabis kelulusan mereka.

Bahkan, hal ini dapat dibenarkan oleh Lesogo, seorang sukarelawan Piala Dunia yang bermarkas di FIFA Fan Fest Inner Free Park, Johannesburg. Menurutnya, di Afrika Selatan jika seseorang yang sudah berumur 18 tahun bebas menentukan pilihan dan bertindak sesuka mereka. Bahkan, mereka juga bebas berhubungan seks atau memutuskan menikah, karena sudah dianggap bisa bertanggung jawab dan mandiri.

Terus terang, saya juga melakukan hal itu dan itu sudah menjadi hal yang biasa bagi saya. Tapi, saya melakukannya setelah berumur 18 tahun. Di Afrika Selatan berhubungan seks dengan gadis yang masih di bawah 18 tahun merupakan pelanggaran hukum dan bisa didakwa dengan pasal pemerkosaan yang hukumannya sangat berat, begitu kata Lesogo. Meski pun begitu, kasus hilang nya perawan di Afrika bisa terjadi saat masih seorang berusia di bawah 18 tahun. Namun, hal ini berhubungan dengan keyakinan masyarakat lokal yang berada di Afrika Selatan.

Dan praktik seperti ini masih sering terjadi di Afrika Selatan. Bahkan, praktik ini sempat menjadi trend masyarakat Afrika Selatan karena adanya isu bahwa penyakit AIDS bisa hilang jika seseorang berhubungan seks dengan balita.

Sebagai catatan, kasus HIV/AIDS di Afrika Selatan masih tergolong tinggi. Bahkan, Afrika Selatan termasuk salah satu negara yang paling banyak mengidap penyakit AIDS. Beberapa penelitian pun mengatakan bahwa pada tahun 2007, jumlah penderita AIDS yang berada di Afrika Selatan mencapai 5.700.000 orang. Nah, itu artinya Afrika Selatan menjadi negara yang paling tinggi dalam jumlah penyakit penderita AIDS.

Dalam penyambutan piala dunia, kabarnya pesta melepas keperawanan dan keperjakaan cukup banyak dilakukan masyarakat Afrika Selatan. Memang dua hal itu tak ada hubungannya. Namun, mereka ingin menikmati Piala Dunia bersama pacarnya dan sudah dalam status sering melakukan hubungan seks.

Yang pasti, hubungan antara pemuda dan pemudi di Afsel memang sangat bebas. Bahkan, tak jarang mereka mempertontonkan kemesraan, baik pelukan maupun ciuman bibir, mereka tidak pernah merasa risih melakukannya di depan umum. Orang-orang di sekitarnya pun juga cuek saja, seolah sudah menjadi pemandangan biasa masyarakat Afrika Selatan.

Artikel ini gak bikin celana kamu basah kan hehehehe…

News

Afrika Melegalkan Adanya Poligami

Sebelum saya masuk ke inti artikel, apakah kalian sudah tahu apa yang dimaksud dengan poligami? Yap, mungkin hampir semua dari kita tahu akan artinya. Menurut sejarah, poligami dibagi atas tiga jenis yaitu Poligami (dimana seorang pria memiliki lebih dari dua isteri pada saat yang sama), Poliandri (di mana seorang wanita memiliki lebih dari satu suami) dan ada juga bentuk Jamak Pernikahan (dimana keluarga yang terbuat dari beberapa suami dan istri sekaligus).

Sejarah poligami tanggal kembali ke waktu lama yang lalu, karena hal ini telah dipraktekkan selama berabad-abad oleh banyak budaya dari seluruh dunia. Sebagian masyarakat Ibrani telah menerima poligami dan ada jejak yang mengatakan bahwa hal itu terjadi di Cina klasik juga. Poligami juga mengalami sporadis pada penduduk asli Amerika, di benua Afrika Barat, Polinesia, India dan Yunani kuno.

Poligami di Afrika

Poligami sepertinya telah menjalar sampai sekarang di berbagai belahan dunia termasuk hampir di seluruh benua Afrika. Hal ini sepertinya telah menjadi tradisi dalam kehidupan mereka. Jenis dari pernikahan ini sudah hadir dalam seluruh sejarah Afrika. Salah satu faktor yang membuat hal ini dijadikan tradisi adalah karena masyarakat Afrika melihat bahwa anak-anak adalah sumber kekayaan dari kehidupan mereka. Bagi mereka, cara ini akan membuat mereka menjadi lebih kuat. Menurut mereka, poligami di Afrika adalah bagian dari cara untuk membangun sebuah kerajaan.

Setelah era kolonial di Afrika muncul, poligami mulai dianggap tabu. Yang menjadi alasan utama karena beberapa bangsa lain yang mulai mengambil alih di beberapa daerah Afrika. Beberapa orang juga mengatakan, menurunnya tingkat poligami juga disebabkan karena alasan kebutuhan ekonomi yang semakin meningkat. Masalah dari kepemilikan properti menjadi penghambat karena bertentangan dengan kolonial Eropa.

Pada Awalnya poligami sangat populer di bagian Afrika barat. Sebagai contohnya, poligami telah berkembang luas di Afrika adalah Kenya dan sekarang menjadi salah satu paling menonjol dalam mempopulerkan praktek ini adalah Akuku Danger yang menjadi terkenal karena membuat fakta bahwa dia menikah dengan istri lebih dari 100.

Banyak orang yang mengatakan Afrika Selatan sebagai salah satu wilayah yang jauh dari tradisi tersebut, tetapi kenyataannya masih banyak yang terus menerus melanjutkan tradisi tersebut. Bahkan Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma secara buka-bukaan menyatakan setuju dengan poligami yang dia tunjukkan dengan menikahi 3 istri. Pada saat yang sama, dia telah memiliki 20 anak dengan pernikahannya bersama dua istri dia sebelumnya.

Negara lainnya yang menganut poligami adalah Sudan. Di bawah pemerintahan Presiden Sudan, Omar Hassan al-Bashir, mempertahankan adanya tradisi poligami. Dia mengatakan dengan adanya poligami. merupakan pilihan terbaik yang tersedia untuk mereka dalam meningkatkan jumlah penduduk.

Secara keseluruhan, poligami di Afrika telah menjadi praktek yang sangat umum untuk ditemukan di seluruh Afrika. Yang paling gencar dalam mempraktekkannya adalah negara-negara di Afrika Barat. Praktik ini sangat umum di kalangan animis dan masyarakat Muslim. Misalnya, di Senegal ada hampir 47% dari pernikahan dimana mereka memiliki lebih dari seorang wanita. Di negara-negara bagian Arab, persentasenya lebih tinggi dan juga populasi berlebih yang dapat ditemukan di Israel, dimana sekitar 30% dari populasi mereka adalah bagian dari perkawinan.

Poligami itu Legal atau Tidak?

Nah, sekarang mungkin muncul pertanyaan, sebenarnya poligami itu legal apa tidak sih? Jawabannya itu datang pada negara masing-masing. Staus hukum poligami pastinya berbeda-beda di masing-masing negara. Mungkin ada yang melarang poligami tersebut, tapi ada juga yang menganggap hal tersebut normal-normal saja. Bagi beberapa negara yang melarang poligami, mereka akan melatih warganya untuk “monogami”. Disini merkea akan diberi kebebasan menikah dan bercerai dengan mitra pasangannya.

Banyak peradaban barat melarang poligami, tetapi masih saja ada beberapa dari mereka tetap melakukan poligami. Untuk mereka yang melanggar hukum tersebut, akan dihukum penjara untuk beberapa waktu karena dianggap menjadi sebuah kejahatan. Oleh karena itu, saat seseorang akan mencoba untuk menikah lebih dari satu pasangan paling akan memberikan banyak masalah baginya. Jadi, meskipun mendapatkan persetujuan dari pasangan pertama, kemungkinan besar pernikahan kedua mereka tidak akan berlaku.

Di bagian Amerika, poligami merupakan praktik ilegal. Meskipun hampir satu abad yang lalu tepatnya di tahun 1900, banyak yang melakukan poligami hingga di sekitar negara bagian, tetapi pemerintah Amerika Serikat telah memaksa mereka untuk meninggalkan praktek ini. Namun berdasarkan kebenarannya, umat Muslim di Amerika yang mewakili minoritas kecil sekitar 100.000 orang tetap hidup dalam hubungan poligami ilegal.

Di negara lain seperti di Afrika, Asia (ini termasuk India) kalian masih dapat menemukan poligami akan diterima oleh hukum dan masyarakat. Jadi, cara terbaik untuk menjawab pertanyaan apakah poligami ilegal atau tidak, akan diberikan kepada negara dimana kalian tinggal.

News

Faktor Penghambat Pertumbuhan Ekonomi di Afrika

“Satu setengah dari populasi masyarakat yang tinggal di benua Afrika, hidup di bawah garis kemiskinan. Saat ini, di sub-Sahara Afrika, GDP (Gross Domestic Product) per-kapita semakin menurun setiap tahunnya. Jika dibandingkan dengan penurunan yang terjadi pada tahun 1974 lalu, tahun ini penurunan yang terjadi cukup drastis, yaitu sebesar 11 persen.”

Meskipun pertumbuhan ekonomi di dunia meningkat sebesar 2 % pada tahun 1960-2002, namun kelihatannya hal ini tidak berlaku untuk Negara Afrika. Pertumbuhan ekonomi di Negara ini termasuk yang paling suram. Sejak tahun 1974 sampai dengan pertengahan tahun 1990-an, pertumbuhan ekonomi di Negara ini tidak mengalami peningkatan sama sekali, dan malahan semakin menurun. Penurunan tersebut mencapai 1,5 persen di tahun 1990.

Akibat dari penurunan tersebut, ratusan juta warga Afrika hidup dengan sengsara sebagai warga miskin. Sekitar satu setengah warga di Afrika hidup di bawah garis kemiskinan. Di sub-Sahara Afrika, PDB (Produk Domestik Bruto) per- kapita saat ini semakin menurun, jika dibandingkan dengan tahun 1974 lalu. Penurunan tersebut mencapai 11 persen. Pada tahun 1970, satu dari sepuluh warga miskin di dunia tinggal di Afrika.

Kemudian pada tahun 2000, jumlah ini bertambah menjadi dua. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah warga miskin semakin bertambah di tahun 2000, yaitu sebanyak 360 juta jiwa. Sedangkan di tahun 1975, jumlah warga miskin masih berkisar 140 juta jiwa. Peningkatan kemiskinan tersebut membuat kehidupan warga di sana menjadi jauh dari kata sejahtera atau berkecukupan.

Faktor-Faktor Penghambat Pertumbuhan Ekonomi di Afrika:

Elsa Artadi dan Xavier Sala-i-Martin (NBER), meninjau status ekonomi benua Afrika yang semakin memburuk, dan melihat cara bagaimana negara-negara kaya di dunia bisa membantu negara miskin, termasuk negara Afrika untuk keluar dari garis kemiskinan.

1. Dengan menggunakan faktor penentu ekonometrik pertumbuhan ekonomi di bagian lintas negara, maka dapat ditentukan beberapa faktor yang paling berpengaruh di balik terjadinya tragedi kemiskinan di negara Afrika tersebut. Dan salah satu faktor yang paling berpengaruh tersebut disebabkan karena kurangnya investasi. Selama 40 tahun terakhir, tingkat investasi di Afrika semakin jatuh atau menurun.

Sejak tahun 1975, tingkat investasi telah ditolak sebanyak 8.5 % untuk seluruh benua, jika dibandingkan dengan tingkat investasi untuk performa rata-rata OECD (Organization for Economic Coorporation and Development), yaitu sekitar 20 dan 25 %, dan untuk ekonomi Asia Tenggara sebesar 30 %.

Selain itu, penyebab terhambatnya pertumbuhan ekonomi adalah karena sebagian besar investasi digunakan untuk sektor publik yang tidak penting atau tidak efisien. Akan tetapi kabar baiknya adalah, reformasi di Afrika beberapa waktu lalu telah berhasil menaikkan tingkat investasi, meskipun hanya sedikit.

2. Faktor penentu kedua adalah sumber daya manusia, pendidikan dan Kesehatan. Untuk ketiga hal tersebut, Afrika termasuk yang paling buruk di dunia. Pada tahun 1960-an, jumlah anak yang melaksanakan pendidikan sekolah dasar secara keseluruhan hanya berkisar 42 %,  jumlah ini merupakan jumlah yang paling kecil, dibandingkan dengan negara-negara OECD atau Asia Timur yang bisa mencapai 100 %.

Ketika Afrika terdaftar di dalam OECD selama tahun 1960-an, tercatat bahwa tingkat pertumbuhan dalam bidang kesehatan rata-rata mencapai 0,9 %, dan pertumbuhannya yang paling tinggi mencapai 2,37 %. Pendapatan per-kapita Negara ini meningkat menjadi dua setengah kali lebih besar daripada yang sebelumnya. Dan alhasil, saat ini Afrika berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi negaranya menjadi lebih baik dibandingkan dengan tahun 1960 lalu.

Pada tahun 1960, diperkirakan bahwa warga Afrika hanya memiliki harapan hidup sampai umur 40 tahun saja. Perhitungan ini sangat kecil jika dibandingkan dengan negara-negara OECD dan Asia Timur lainnya, yang memiliki harapan hidup masing-masing sampai umur 67 dan 62 tahun. Kalau saja Afrika memiliki harapan hidup yang sama dengan negara-negara OECD, kemungkinan laju pertumbuhan tahunan Negara ini akan meningkat menjadi 2,07 %.

Kalau hanya mengharapkan bantuan dari negara lainnya, mungkin tidak akan bisa banyak membantu Negara ini keluar dari garis kemiskinan. Warga Afrika ini perlu mencoba alternatif lainnya. misalnya saja, Afrika bisa mencoba melakukan penelitian lanjut, yang berfokus pada masalah kesehatan yang berpotensi menghancurkan Negara, seperti: mencoba menemukan vaksin, yang bisa mencegah penyakit Aids atau malaria. Afrika memiliki sumber daya dan keahlian untuk melakukan hal tersebut.

Jika berhasil, berbagai Negara akan berinvestasi untuk hal tersebut. Mengingat saat ini vaksin tersebut sangat dibutuhkan untuk dunia kesehatan di seluruh dunia. Hal ini mungkin akan membantu Afrika dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi negaranya. Dan jika pertumbuhan ekonomi tersebut semakin meningkat, kehidupan warga di Afrika secara berangsur-angsur akan membaik.

3. Faktor ketiga yang sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Afrika adalah Konflik Militer. Konflik militer yang melanda benua ini selama setengah abad, ternyata berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi negara, yang meliputi: perkembangan lembaga hukum, investasi pendidikan, pengurangan distorsi kebijakan yang membuat investasi menjadi lebih mahal, dan jika konflik militer ini bisa di atasi, maka dapat mengurangi pengeluaran konsumsi yang terlalu boros.

4. Pembukaan ekonomi Afrika di pasar perdagangan dan difusi teknologi juga sangat penting. Selagi pemerintah Afrika melakukan banyak hal untuk membuka perekonomian mereka, Negara lain seperti Eropa, Jepang dan Amerika Serikat dapat berkontribusi, dengan memfasilitasi akses produk Afrika ke pasar negara-negara tersebut.

5. Salah satu konsekuensi penting dari stagnasi ekonomi di Afrika adalah karena ketidaksetaraan pendapatan, dimana para warga miskin diberi pendapatan yang sangat kecil, sedangkan warganya yang kaya mendapatkan pendapatan yang jauh lebih besar. Tentu saja hal ini akan membuat atau menciptakan ketidakstabilan di sutu negara.

Melihat kondisi warga Afrika yang begitu mengerikan, hidup dengan serba kekurangan, menderita banyak penyakit gizi buruk, dan sebagainya, cukup menyayat hati orang-orang yang melihatnya. Kalau hal kemiskinan ini tidak segera diatasi, maka kehidupan warga negara Afrika ini akan semakin memburuk, dan parahnya bisa menyebabkan banyak kematian.

Close