Popular posts

african-union

Pasar Afrika Selatan Memberi Peluang Emas Bagi Indonesia Untuk Mendunia

Pasar Afrika Selatan cukup menggiurkan bagi Indonesia. Selain masih terbuka peluang untuk menerima produk Indonesia, Afrika Selatan juga jadi pintu ke negara-negara tetangganya. Hanya saja, masalah tarif masih menjadi kendala Untuk meningkatkan perdagangan dengan negara asal mendiang Nelson Mandela itu, pekan ini Kementerian Perdagangan memfasilitasi 18 pengusaha dalam negeri dari berbagai sektor unggulan untuk bertemu dan memperkenalkan produk-produknya ke pengusaha Afrika Selatan.

“Para pelaku usaha datang dari Indonesia untuk mendapatkan informasi dan mendalami peluang bisnis, serta mendapatkan kesepakatan bisnis dengan rekanan di Afrika Selatan,” kata Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Arlinda, Kamis waktu setempat, seperti dikutip oleh Antara. Pada pertemuan itu, pengusaha Indonesia diperkenalkan pada kurang lebih sebanyak 150 pengusaha Afrika Selatan.

Sejauh ini, produk Indonesia yang diminati Afrika Selatan antara lain kelapa sawit, karet, produk otomotif, bahan kimia, sepatu dan kakao. Sementara, produk Afrika Selatan yang masuk ke Indonesia adalah bubuk kayu, aluminium, buah-buahan dan tembaga. Tercatat, total perdagangan kedua negara pada 2016 mencapai lebih dari satu miliar dolar Amerika Serikat. Dari total nilai perdagangan tersebut, nilai ekspor mencapai US$727,8 juta dan impor senilai US$290,8 juta, sehingga Indonesia mengantongi surplus sebesar US$437 juta.

Pasar Afrika Selatan merupakan salah satu target dan tujuan utama ekspor Indonesia yang diharapkan meningkat ke depannya,” kata Arlinda.

Duta Besar Indonesia untuk Afrika Selatan Suprapto Martosetomo mengatakan kunjungan pelaku usaha itu meningkatkan potensi perdagangan kedua negara. Menurutnya, Afrika Selatan memiliki posisi strategis yakni negara besar yang memiliki pengaruh di kawasan Afrika, termasuk dalam berbisnis. Tak heran jika Afrika Selatan bisa menjadi pintu masuk produk-produk Indonesia, khususnya negara-negara kawasan Afrika yang tergabug alam Southern African Custom Union (SACU). Negara anggota SACU adalah Botswana, Lesotho, Namibia, Swaziland dan Afrika Selatan.

Indonesia melihat Afrika Selatan sebagai pusat investasi, perdagangan dan juga pintu gerbang untuk mengakses pasar Afrika. Khususnya, untuk membuka kerja sama perdagangan dengan negara anggota SACU,” kata Arlinda.

Dibebani Tarif Tinggi

Sayangnya, hubungan perdagangan Indonesia dan Afrika Selatan masih terkendala pengenaan tarif impor yang tinggi. Afrika Selatan mengenakan tarif bea masuk impor sebesar 20-40%. Tingginya tarif ini menyebabkan daya saing produk Indonesia berkurang. Berdasarkan pengamatan KBRI Pretoria, Afrika Selatan adalah salah satu tarif impor Afrika yang cukup tinggi adalah untuk produk furnitur sebesar 20%, sementara produk garmen anak mencapai 40-50%. Diharapkan, jika disepakati kedua belah pihak, opsi penurunan tarif tersebut bisa mendongkrak ekspor Indonesia.

Saya yakin, penurunan tarif menjadi salah satu aspek yang dapat meningkatkan nilai perdagangan antara Indonesia dan Afrika Selatan. Demikian pula dengan negara-negara anggota SACU,” ujar Arlinda.

Sementara itu, Suprapto mengatakan jika produk-produk Indonesia mampu masuk dan bersaing di Afrika Selatan, maka produk tersebut akan bisa diterima oleh negara lain yang masuk dalam jalur distribusi Afrika Selatan.

Saya lihat, produk-produk yang ada di negara tetangga itu berasal dari Afrika Selatan. Pengaruhnya yang luar biasa ke negara tetangga, ini yang kita katakan sebagai pintu masuk bagi produk Indonesia,” kata Suprapto.

Pemerintah pun berencana membuka opsi dan mendalami adanya kemungkinan untuk menyepakati Preferential Trade Agreement (PTA) guna menyelesaikan masalah tersebut, baik dengan Afrika Selatan maupun juga dengan negara-negara anggota SACU. PTA ini diharapkan dapat mendorong perdagangan yang seimbang dengan negara-negara di Afrika. Sejauh ini, kajian komprehensif PTA telah disiapkan pemerintah. Melalui kajian ini pemerintah dapat menetapkan hal-hal yang masuk dalam daftar penawaran dan daftar permintaan yang dituangkan dalam PTA.

Pameran Produk Terbesar Indonesia

Dalam kesempatan itu, Arlinda juga mengundang pengusaha Afrika Selatan untuk mengunjungi pameran produk Indonesia terbesar Trade Expo Indonesia (TEI) ke-32 yang akan diselenggarakan pada 11-15 Oktober 2017 mendatang. Ia mengatakan pada 2016, tercatat kurang lebih ada 35 pengusaha asal Afrika Selatan menyambangi TEI. Total nilai transaksi yang dihasilkan mencapai US$27 juta.

Kami harap pada tahun ini akan lebih banyak lagi pengusaha asal Afrika Selatan yang datang pada TEI 2017, ini merupakan pameran bisnis terbesar di Indonesia,” kata Arlinda.

Tercatat, hingga hari terakhir penyelenggaraan TEI 2016 total nilai transaksi yang dihasilkan mencapai US$974,76 juta atau setara dengan Rp12,7 triliun. Sementara pada 2017, total transaksi ditargetkan mencapai US$1,1 miliar. TEI 2017 yang akan memamerkan 300 produk dan jasa ini akan diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten. Adapun tema yang akan diusung adalah Global Partner for Sustainable Resources.

Target pengunjung dan pembeli potensial pada perhelatan dagang ini mencapai 16.000 orang dan 1.100 peserta pameran. Para peserta atau eksibitor merupakan produsen, eksportir, serta pemasok produk dan jasa Indonesia yang berkeinginan memperluas pasar mereka ke luar negeri. Pemerintah pada 2017 menargetkan peningkatan ekspor nonmigas sebesar sebesar 5,6% meskipun kondisi perekonomian global dinilai masih cenderung melambat. Target tersebut lebih rendah dari yang tertuang dalam Rencana Pemerintah Jangka Menengah (RPJM) pada 2017 tercatat sebesar 11,9%.

Salah satu upaya untuk meningkatkan ekspor nonmigas tersebut dengan berupaya menembus pasar-pasar baru seperti India, Rusia, negara-negara Afrika dan Timur Tengah. Sementara untuk pasar tradisional akan tetap dipertahankan. Secara kumulatif berdasar data Badan Pusat Statistik, nilai ekspor Indonesia pada periode Januari-Juni 2017 mencapai US$79,96 miliar atau meningkat 14,03 persen dibanding periode yang sama tahun 2016. Pada periode itu, ekspor nonmigas mencapai US$72,36 miliar atau meningkat 13,73 persen.

Blog

Perekonomian Membaik, Afrika Akan Menjadi Negara Dengan Pertumbuhan Tercepat Kedua di Dunia

Pada tahun 2010 yang lalu, McKinsey Global Institute (MGI) telah menggambarkan potensi dan kemajuan ekonomi Afrika sebagai “singa yang sedang bergerak“.

Dan saat ini, meskipun harga komoditas global (dunia) telah jatuh dan adanya guncangan politik yang memperlambat pertumbuhan di Afrika Utara, namun singa ekonomi Afrika masih tetap bergerak maju.

Secara keseluruhan, benua ini mencapai pertumbuhan PDB tahunan yang rata-rata adalah sekitar 5,4% antara tahun 2000 dan 2010, serta telah menambahkan sebesar 78 miliar dolar AS per-tahunnya ke PDB (sesuai harga yang berlaku pada tahun 2015).

Tapi sayangnya pertumbuhan tersebut harus melambat menjadi 3,3%, atau menjadi sekitar $ 69 miliar, yang terjadi satu tahun di antara tahun 2010 dan 2015.

Apakah kilauan pendapatan dari pertimbuhan ekonomi itu hanya akan menjadi sejarah saja untuk Afrika? Apakah nantinya pertumbuhan ekonominya akan semakin menurun seperti yang kemarin-kemarin? 

Jawaban pertanyaan di atas telah dijawab dengan penelitian baru yang dilakukan oleh MGI, yang akan dipublikasikan secara lengkap pada bulan Oktober 2016 lalu. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa jawabannya adalah “tidak“. Sangat jelas bahwa kini kabar mengenai pertumbuhan benua ini telah menjadi lebih bernuansa.

Kondisi Ekonomi Afrika Yang Menantang

Perlambatan pertumbuhan Afrika sejak tahun 2010 terkonsentrasi pada dua kelompok ekonomi, yaitu eksportir minyak dan negara-negara yang berada di bagian utara masih sedang dalam pembangunan kembali setelah terjadinya kejatuhan politik akibat perang atau musim semi Arab.

Diketahui bahwasannya pada masa itu perekonomian Mesir, Libya dan Tunisia tidak tumbuh sama sekali antara tahun 2010 dan 2015 dan sangat berbeda dengan pertumbuhan tahunan rata-rata di antara tiga ekonomi yang berkisar 4,8% pada dekade sebelumnya.

Tingkat pertumbuhan ekonomi di antara para eksportir minyak seperti Aljazair, Angola, Nigeria dan Sudan juga turun tajam menjadi 4% dari yang sebelumnya yaitu 7,1%. Pertumbuhan produktivitas juga menurun di dua sektor ekonomi ini.

Tingkat pertumbuhan produktivitas tahunan di negara-negara Arab Spring juga turun dari 1,7% menjadi 0,6% dan di negara-negara pengekspor minyak Afrika turun dari 2,6% menjadi 0,4%.

Terlepas dari kemerosotan dalam kinerja ekonomi ini, negara-negara Afrika lainnya masih dapat mempertahankan tingkat PDB dan pertumbuhan produktivitas yang stabil selama lima tahun terakhir ini.

GDP riil tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 4,4% per tahun, persentase ini hampir sama seperti yang didapat pada tahun 2005 sampai 2010. Produktivitas tumbuh pada tingkat tahunan gabungan sebesar 1,7% selama periode yang sama, nilai tersebut masih konsisten dengan jumlah persentase 1,6% pada tahun 2000 sampai 2010.

Ketahanan dari sebagian besar negara-negara yang berada di Afrika dalam menghadapi kondisi yang menantang ini telah mencerminkan diversifikasi berkelanjutan di banyak negara yang ada di benua tersebut.

Antara tahun 2010 dan 2014, bagian jasanya telah berhasil menghasilkan sebanyak 48% pertumbuhan PDB Afrika. Nilainya meningkat dari 44% pada dekade sebelumnya.

Pertumbuhan di sektor manufaktur Afrika juga turun menjadi 4,3% per tahun antara 2010 dan 2014, namun utilitas dan konstruksi mencapai ekspansi secara signifikan untuk memastikan bahwa seluruh industri menghasilkan sebanyak 23% untuk pertumbuhan Afrika. Tentu saja jumlah ini meningkat dari 17% pada dekade sebelumnya.

Sumber daya memberikan kontribusi negatif sebesar 4% terhadap pertumbuhan antara 2010 dan 2014. Jika dibandingkan dengan dekade yang sebelumnya, sumber daya tersebut telah memberikan kontribusi positif langsung sebesar 12%.

Tiga Tren Untuk Masa Depan Afrika

Dalam jangka panjang, terdapat tiga tren positif yang kuat, yang cenderung menopang pertumbuhan dari Afrika. Apa sajakah tren yang dimaksud tersebut? Nah, sebelumnya anda harus paham dengan pengertian tren dalam konteks ini. Kalau tidak, anda akan bingung saat membaca dan memahami artikel ini.

Tren yang dimaksud di dalam artikel ini merupakan rangkaian rekam jejak harga dalam bentuk grafik, dengan kecondongan untuk mengarah ke atas (uptrend) atau ke bawah (downtrend).

Konsep dasar tentang tren (trend) ini adalah hal yang sangat mendasar dalam berbagai pendekatan analisa pasar, yang berbasis kepada analisa teknikal. Semua tool yang digunakan chartist seperti level support dan resistance, price patterns, moving average, trendline dan lain sebagainya.

Semuanya bertujuan sama, yaitu untuk membantu dalam mengukur tren yang sedang terjadi di pasar, supaya Anda dapat berpartisipasi dalam tren tersebut.

Pertama, benua ini memiliki populasi muda yang bekerja menjadi buruh. Ini merupakan salah satu aset yang sangat berharga di dunia yang sudah semakin menua ini. Pada tahun 2034, Afrika diperkirakan memiliki populasi usia kerja terbesar di dunia, yaitu sebanyak 1,1 miliar.

Belakangan ini, ada beberapa keberhasilan yang telah berhasil didapat oleh benua ini. Salah satunya adalah dalam menciptakan lapangan kerja, dimana terdapat sebanyak 21 juta pekerja baru yang stabil selama lima tahun terakhir ini dan bahkan telah mencapai 53 juta dibandingkan 15 tahun sebelum-sebelumnya.

Kestabilan pekerjaan atau lapangan kerja tumbuh pada tingkat 3,8% antara tahun 2000 dan 2015, jika dilihat dari jumlahnya persentase tersebut mengalami peningkatan 1% lebih cepat dari pertumbuhan angkatan kerja.

Dengan persentase seperti ini, rasanya masih jauh dari lintasan penciptaan lapangan kerja yang dibutuhkan Afrika untuk mendorong pertumbuhan di masa depan, namun meskipun begitu, hal ini memang sudah pantas disebut sebagai sebuah kemajuan.

Kedua, Afrika masih mengalami urbanisasi dan sebagian besar keuntungan ekonomi terbentang di depan. Produktivitas di kota tiga kali lebih tinggi daripada di daerah pedesaan. Menurut PBB, Pada dekade berikutnya, sebanyak 187 juta orang Afrika akan tinggal di kota.

Ekspansi urban ini cukup berkontribusi terhadap pertumbuhan konsumsi oleh rumah tangga dan bisnis. Konsumsi rumah tangga tumbuh pada tingkat tahunan gabungan sebesar 4,2% antara tahun 2010 dan 2015. Pertumbuhan ini lebih cepat dari tingkat pertumbuhan PDB benua itu sendiri, yang mencapai $ 1,3 triliun pada tahun 2015.

Kami memproyeksikan kalau konsumen Afrika akan menghabiskan sekitar $ 2 triliun pada tahun 2025. Akan tetapi, perusahaan perlu mengumpulkan intelijen pasar atau sejumlah informasi yang terperinci di mana sebenarnya pasar konsumen yang paling menjanjikan.

Berdasarkan data yang didapat, hanya ada 75 kota saja yang menyumbang 44% dari total konsumsi pada tahun 2015. Konsumen Nigeria sendiri dapat mencakup hingga 30% pertumbuhan konsumsi Afrika selama dekade berikutnya.

Segmen lain yang ditargetkan mencakup rumah tangga yang berpenghasilan lebih dari $ 20.000 per tahun di Afrika Selatan dan Maroko, yang merupakan dua dari ekonomi paling beragam yang ada di Afrika dengan basis konsumen yang besar, atau yang menghasilkan $ 5.000 sampai $ 20.000 di beberapa negara Afrika Timur dan yang pertumbuhannya lebih cepat.

Ketiga, ekonomi Afrika juga memiliki posisi yang baik untuk mendapatkan keuntungan dari perubahan teknologi yang cepat, yang dapat membuka pertumbuhan dan melompati keterbatasan dan biaya infrastruktur fisik di bidang ekonomi yang penting dalam bidang kehidupan ekonomi.

Afrika Timur sudah menjadi pemimpin global dalam pembayaran mobile. Penetrasi ponsel pintar ini diperkirakan akan mencapai setidaknya sekitar 50% pada tahun 2020 dari tahun 2010 yang hanya berhasil mencapai 2%.

Di Afrika Sub-Sahara, seluler memungkinkan koneksi antara mesin-ke-mesin yang diaktifkan diperkirakan akan tumbuh sekitar 25% per tahun sampai bisa mendapatkan 30 juta pada tahun 2020, menurut GSMA Intelligence, yang mengubah permainan di beberapa sektor dari perawatan kesehatan menjadi sebuah kekuatan.

Memperkuat prospek pertumbuhan positif adalah kelanjutan dari peningkatan investasi infrastruktur. Pengeluaran untuk infrastruktur meningkat dua kali lipat dalam dekade terakhir ini dan sekarang telah mencapai 3,5% dari PDB.

Hambatan Pertumbuhan Ekonomi Afrika

Investor asing telah mencatat fundamental positif tersebut. Investasi langsung dari bangsa asing diketahui telah mencapai $ 73 miliar pada tahun 2014 yang lalu. Jumlah tersebut naik dari $ 14 miliar pada tahun 2004.

Afrika saat ini menampung sebanyak 700 buah perusahaan besar dan semakin meningkatkan pan-Afrika, sehingga bisa menghasilkan pendapatan lebih dari $ 500 juta.

Untuk anda yang masih belum tahu apa yang dimaksud dengan Pan-Africa yang dimaksud di atas tadi, anda bisa melihat penjelasannya di bawah ini:

Pan-Afrikanisme adalah suatu gerakan yang bertujuan untuk menyatukan Afrika. Selain merupakan suatu gerakan, Pan Afrikanisme juga merupakan suatu pandangan sosiopolitik dunia dan filosofi moral, yang ditujukan untuk penduduk Afrika asli dan yang berasal dari diaspora Afrika untuk menjadi bagian dalam “Komunitas Afrika Global“.

Pada awalnya, Kongres Pan-Afrikanisme pertama diadakan di London pada tahun 1900 dan telah menghasilkan keputusan bahwa Pan Afrikanisme bertujuan untuk menyatukan bangsa kulit hitam sedunia di bawah pengaruh kuat bangsa Negro AS dan Hindia Barat.

Namun pada kongres Pan-Afrikanisme yang diadakan di Manchester pada tahun 1945, tema utama gerakan tersebut berubah menjadi kemerdekaan dan persatuan Afrika. Nah, itulah tadi penjelasan mengenai apa itu pan-afrika. Kalau anda sudah paham, penjelasan akan kembali dilanjutkan pada pertumbuhan ekonomi di benua Africa.

Di atas tadi sudah disebutkan bahwa ada sekitar 700 perusahaan besar yang ada di benua tersebut. Perusahaan-perusahaan ini bersama-sama menghasilkan pendapatan sebesar $ 1,4 triliun dan banyak diantara mereka yang terus tumbuh dengan sangat cepat.

Perusahaan besar yang bergerak di bidang utilitas, transportasi dan kesehatan kabarnya telah mencapai pertumbuhan pendapatan dua digit dalam mata uang lokal antara tahun 2008 dan 2014.

Terlepas dari potensi ekonomi Afrika yang terus berlanjut, para pembuat kebijakan pastinya tidak akan hanya berdiam diri saja. Mereka juga perlu memikirkan tantangan dan segala kemungkinan yang bisa terjadi di masa depan.

Karena harga minyak dan komoditas lainnya sudah jatuh, keuangan Afrika juga sedang memburuk: benua tersebut mengalami defisit anggaran rata-rata tertimbang lebih dari 6,9% dari PDB pada tahun 2015 dari hanya 3,3% dari PDB lima tahun sebelumnya.

Pada tahun 2010, Afrika secara keseluruhan menjalankan surplus akun berjalan kecil sebesar 0,4% dari PDB; pada tahun 2015 telah berubah menjadi defisit sebesar 6,7%. Ada juga informasi yang mengatakan bahwa beberapa negara Afrika sedang dalam pembicaraan untuk bantuan keuangan, termasuk Angola dengan IMF dan Nigeria dengan pemerintah China.

Ketidakstabilan politik juga semakin meluas. Jumlah insiden kekerasan yang diukur oleh Program Data Konflik Uppsala telah melonjak dari 858 di tahun 2010 menjadi 2022 pada tahun 2014.

Ketidakstabilan di beberapa wilayah yang berada di kawasan ini telah membuat banyak korban tewas. Lima tahun yang lalu, sebagian besar wilayah di Afrika sempat booming atau menjadi bahan pembicaraan banyak orang di dunia.

Sebanyak 25 dari 30 ekonomi teratas telah mempercepat pertumbuhan mereka dari dekade sebelumnya. Pada tahun 2016 yang lalu, jumlah negara yang pertumbuhannya serupa atau lebih cepat diketahui telah berkurang setengahnya atau menjadi 13, yang terdiri dari Botswana, Kamerun, Cote d’lvoire, Republik Demokratik Kongo, Ethiopia, Gabon, Ghana, Kenya, Madagaskar, Namibia, Senegal, Tanzania dan Zimbabwe.

Dan enam ekonomi terbesar yang ada di Afrika telah mengalami perlambatan pertumbuhan, sebagian terlihat dari penurunan harga sumber daya yang menjadi lebih rendah dan juga diakibatkan oleh faktor musim semi Arab.

Tingkat Pertumbuhan dan Nilai Stabilitas

Mix Picture ini berarti bahwa perusahaan dan investor yang menilai potensi Afrika perlu lebih spesifik mengenai pertumbuhan dan stabilitas masing-masing negara.

Sebenarnya ada tiga aspek stabilitas yang sudah diketahui atau diteliti, yaitu: stabilitas makroekonomi, diversifikasi ekonomi dan stabilitas politik dan sosial. Tiga kelompok negara yang berbeda muncul dari analisis ini.

Sekitar seperlima dari jumlah PDB di benua Afrika berasal dari serangkaian negara yang biasa disebut sebagai bintang pertumbuhan, dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi dan nilai stabilitas yang tinggi.

Negara-negara ini, di antaranya adalah Cote d’lvoire, Ethiopia, Kenya, Maroko dan Rwanda, tidak bergantung pada sumber daya untuk pertumbuhan. Mereka secara aktif mereformasi ekonomi mereka sendiri dan selalu berusaha untuk meningkatkan daya saing.

Set kedua negara, petani yang tidak stabil, yang menyumbang 43% dari PDB Afrika, telah mengalami tingkat pertumbuhan yang tinggi selama lima tahun terakhir ini, namun memiliki nilai stabilitas yang lebih rendah.

Kelompok ini mencakup negara-negara seperti Angola, Republik Demokratik Kongo, Nigeria dan Zambia, yang semuanya memiliki potensi yang jelas namun perlu untuk melakukan diversifikasi ekonomi pada sumber daya mereka, memperbaiki keamanan mereka, atau menstabilkan ekonomi makro mereka.

Dan pada akhirnya, ada juga petani lambat yang hanya bisa menyumbang 38% dari PDB pada tahun 2015. Kelompok ini mencakup beberapa negara seperti: Afrika Selatan, Madagaskar dan tiga negara besar lainnya yang ada di Afrika Utara yang terlibat dalam Musim Semi Arab, yaitu Mesir, Libya dan Tunisia.

Tindakan Lanjutan Untuk Menuju Kemakmuran

Hal yang paling penting saat ini yang perlu dilakukan bagi para pembuat kebijakan dan para pebisnis adalah untuk bekerja sama dalam mempercepat reformasi ekonomi dan memperkuat fundamental yang mendukung pertumbuhan perekonomian tersebut.

Salah satu hal yang harus dijadikan prioritasnya adalah diversifikasi ekspor dan sumber pendapatan nasional untuk menghilangkan volatilitas, yang muncul saat harga sumber daya berubah drastis.

Hal ini penting dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan Afrika dalam membiayai pembangunannya sendiri, dengan lebih memobilisasi sumber daya domestik melalui pajak dan pabean yang lebih baik dan menemukan cara untuk mendorong penghematan lebih banyak.

Kebijakan ini akan mewajibkan negara-negara untuk meningkatkan ketentuan pensiunan, memperluas akses terhadap layanan perbankan dan keuangan serta memperdalam pasar modal mereka.

Perencanaan yang lebih baik seputar urbanisasi ini juga sangat lah penting untuk membuka peluang pertumbuhan secara keseluruhan dan membuat kota-kota yang berada di Afrika bisa ikut bersaing.

Fokus yang lebih kuat dan tak kalah pentingnya adalah untuk memperluas pasokan listrik. Listrik diperlukan untuk memecahkan tantangan nomor satu bagi lingkungan bisnis.

Tiga bidang lain yang penting bagi pertumbuhan perekonomian yang juga patut mendapat fokus perhatian adalah memperbaiki sistem pendidikan untuk mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan sekarang dan ke masa depan, upaya lebih lanjut untuk integrasi regional untuk membuka manufaktur dan perdagangan regional dan memperbaiki infrastruktur fisik dan digital Afrika.

Turbulensi, baik ekonomi maupun politik di beberapa bagian benua dalam beberapa tahun terakhir pasti akan merasa terkejut, namun tetap saja tidak akan menggagalkan kisah pertumbuhan Afrika yang mengesankan.

IMF masih memperkirakan bahwa Afrika akan menjadi kawasan dengan pertumbuhan tercepat kedua di dunia antara tahun 2016 dan 2020 dengan pertumbuhan tahunan sebesar 4,3%. Bisa dikatakan kalau ini merupakan pencapaian yang sangat baik bagi benua Afrika.

Apa yang telah terbukti selama lima tahun terakhir ini adalah bahwa singa ekonomi Afrika perlu meningkatkan kembali kebugaran mereka untuk bisa memanfaatkan potensi yang mereka miliki sebaik mungkin dan melanjutkan perjalanan mereka untuk menuju kemakmuran.

Jika anda mengikuti bagaimana pekembangan perekonomian di benua Afrika ini, anda pastinya akan menyadari bahwa sudah banyak sekali perubahan yang terjadi di sana. Anda bisa melihat bagaimana kerasnya usaha mereka untuk bangkit dari kemiskinan menuju kehidupan yang lebih baik.

Dan hasilnya, usaha mereka tidaklah sia-sia. Dari tahun ke tahun, pertumbuhan perekonomian di sbenua ini terus meningkat. Meskipun di beberapa wilayah tertentu pertumbuhannya masih sangat lambat, namun jika mereka bisa mempertahankan atau bahkan lebih berusaha lagi memperbaiki diri, mungkin sangat mungkin jika dikedepannya nanti Afrika tidak lagi menyandang sebutan sebagai negara termiskin di dunia.

Bahkan melihat begitu signifikannya pertumbuhan tersebut, IMF bahkan sampai memperkirakan bahwasannya benua Afrika akan menjadi kawasan dengan pertumbuhan tercepat kedua di dunia. Keren kan guys?

Seperti yang telah dibahas tadi di atas, ada beberapa hal yang perlu dilakukan ataupun diperbaiki oleh Afrika untuk bisa mewujudkan impiannya untuk menjadi wilayah yang jauh dari kata kemiskinan, serta bisa menyejahterakan seluruh masyarakatnya.

Salah satunya adalah dengan cara memperbaiki dan meningkatkan beberapa bidang tertentu yang memang memerlukan penangan yang serius. Jika semua bidang tersebut sudah berhasil ditangani, niscaya dikedepannya Afrika bisa menjadi negara yang maju dikedepannya.

culture

Ulasan Seputar Afrika Selatan

Apa tanggapanmu mengenai negara Afrika Selatan? Apa kamu hanya berfikir bahwa warga disana hanya mereka yang memiliki kulit hitam saja. Perlu untuk kamu ketahui bahwa terdapat kota khusus bagi mereka yang berkulit putih di Afrika. “Orania” Ini sebuah kawasan khusus untuk orang kulit putih yang didirikan tahun 1991, saat apartheid sedang sekarat.

Kota di wilayah Karoo yang jarang penduduknya itu dihuni hanya oleh para Afrikaner (keturunan bangsa Eropa aliran Calvinis di Afrika Selatan). Keturunan para pendantang berbahasa Belanda yang tiba di Afrika Selatan tahun 1652 bersama Jan van Riebeeck itu, kini mencapai enam persen dari populasi “Rainbow Nation” itu.

Namun, di Orania mereka merupakan 100 persen dari populasi. Para Afrikaner itulah yang menjadi tulang punggung Partai Nasional yang memperkenalkan apartheid. Banyak warga Afrika Selatan menganggap bahwa warga Orania sebagai sisa-sisa bittereinders, sebuah istilah yang digunakan untuk pelaku Perang Boer, yang marah terhadap pemerintahan yang ada sekarang.

Nah, bicarain mengenai Afrika Selatan, nggak afdol banget ya jika kita tidak membahas mengenai sejarahnya. Maka dari itu, yuk kita simak dibawah ini.

Sejarah Singkat Afrika Selatan

Afrika Selatan merupakan salah satu negara tertua di benua Afrika. Banyak suku telah menjadi penghuninya termasuk suku khoi, Bushmen, Xhosa dan Zulu Penjelajah Belanda yang dikenal sebagai Afrikaner tiba disana pada 1652.

Pada saat itu Inggris juga berminapemilut dengan negara ini, terutama setelah penemuan cadangan berlian yang melimpah. Hal ini menyebabkan Perang Britania Belanda dan dua Perang Boer. Pada 1910, empat republik utama digabung di bawah Kesatuan Afrika Selatan. Pada 1931, Afrika Selatan menjadi jajahan Britania sepenuhnya.

Walaupun negara ini berada di bawah jajahan Britania, mereka terpaksa berbagi kuasa dengan pihak Afrikaner. Pembagian kuasa ini telah berlanjut hingga tahun 1940-an, saat partai pro-Afrikaner yaitu Partai Nasional (NP) memperoleh mayoritas di Parlemen. Menciptakan dasar apartheid (yang disahkan pada tahun 1948), suatu cara untuk mengawal sistem ekonomi dan sosial negara dengan dominasi kulit putih dan diskriminasi ras.

Pada tahun 1961, setelah pemilu khusus kaum kulit putih, Afrika Selatan dideklarasikan sebagai sebuah republik. Bermula pada 1960-an, ‘Grand Apartheid’ (apartheid besar) dilaksanakan, politik ini menekankan pengasingan wilayah dan kezaliman pihak polisi.

Penindasan kaum kulit hitam terus berlanjut sehingga akhir abad ke-20. Pada Februari 1990, akibat dorongan dari bangsa lain dan tentangan hebat dari berbagai gerakan anti-apartheid khususnya Kongres NaionalA frika (ANC).

Pemerintahan Partai Nasional di bawah pimpinan Presiden F.W. de Klerk menarik balik larangan terhadap Kongres Nasional Afrika dan partai-partai politik berhaluan kiri yang lain dan membebaskan Nelson Mandela dari penjara. Undang-undang apartheid mulai dihapus secara perlahan-lahan dan tanpa diskriminasi yang pertama diadakan pada tahun 1994.

Partai ANC meraih kemenangan yang besar dan Nelson Mandela, dilantik sebagai Presiden kulit hitam yang pertama di Afrika Selatan. Walaupun kekuasaan sudah berada di tangan kaum kulit hitam, berjuta-juta penduduknya masih hidup dalam kemiskinan.

Sewaktu Nelson Mandela menjadi presiden negara ini selama 5 tahun, pemerintahannya telah berjanji untuk melaksanakan perubahan terutamanya dalam isu-isu yang telah diabaikan semasa era apartheid. Beberapa isu-isu yang ditangani oleh pemerintahan pimpinan ANC adalah seperti pengangguran, wabah AIDS, kekurangan perumahan dan pangan.

Pemerintahan Mandela juga mula memperkenalkan kembali Afrika Selatan kepada ekonomi global setelah beberapa tahun diasingkankan karena politik apartheid. Di samping itu, dalam usaha mereka untuk menyatukan rakyat pemerintah juga membuat sebuah komite yang dikenal dengan Truth and Reconciliation Comittee (TRC) dibawah pimpinan Uskup Desmond Tutu.

Komite ini berperan untuk memantau badan-badan pemerintah seperti badan polisi agar masyarakat Afrika Selatan dapat hidup dalam aman dan harmonis. Namun apakah afrika menjalankan sistem pemerintahan layaknya negara pada umumnya?

Sistem Pemerintahan

Menerapkan sistem politik demokrasi anti-apartheid. Bentuk negara Afrika Selatan adalah kesatuan dan bentuk pemerintahan republik. Sistem pemerintahan di Afrika Selatan adalah presidensial. Parlemen di Afrika Selatan terdiri dari dua bagian, yaitu majelis nasional dan dewan nasional provinsi. Setiap Provinsi di Afrika Selatan mempunyai satu penggubal undang-undang negeri dan Majelis Eksekutif yang diketuai oleh seorang Perdana Menteri atau “Premier”.

  • Kedudukan Presiden/Raja

Presiden Afrika Selatan memegang dua jabatan yaitu sebagai Kepala Negara dan juga Kepala Pemerintahan. Ia dipilih sewaktu Majelis Nasional (National Assembly) dan Majelis Provinsi-provinsi Nasional (National Council of Provinces) bergabung. Lazimnya, Presiden adalah pemimpin partai mayoritas di Parlemen.

Di Afrika Selatan, pemilu diadakan setiap 5 tahun dan setiap rakyat berusia 18 tahun ke atas diwajibkan untuk ikut. Pemilu terakhir ialah pada April 2004, dimana partai ANC berhasil memenangkan 69,68% kursi di parlemen. Partai ini bersama Partai Kebebasan Inkatha (6,97%) telah membentuk aliansi pemerintahan.

Partai-partai oposisi utama termasuk Aliasi Demokrat (12,37%), Gerakan Demokratik Bersatu atau UDM (2,28%), Demokrat Bebas atau ID (1,73%), Partai Nasional Baru atau NNP (1,65%) dan Partai Demokratik Kristen Afrika atau ACDP (1,6%).

  • Kedudukan DPR/Parlemen

Parlemen di Afrika Selatan terdiri dari dua bagian, yaitu majelis nasional dan dewan nasional provinsi.
Majelis Nasional adalah majelis rendah dari Parlemen Afrika Selatan, yang terletak di Cape Town, Western Cape Propinsi. Ini terdiri dari tidak kurang dari 350 dan tidak lebihy dari 400 anggota.

Hal ini dipilih setiap lima tahun menggunakan daftar partai perwakilan proporsional sistem, dimana setengah dari anggotanya dipilih secara proporsional dari 9 daftar provinsi sisa separuh dari daftar nasional untuk memulihkan proporsionalitas. Majelis Nasional dipimpin oleh seorang ketua, dibantu oleh wakil ketua. Dewan Nasional Provinsi adalah dewan pemerintahan yang berada ditingkat provinsi.

  • Sitem Pertanggung Jawaban Menteri

Afrika Selatan menggunakan Kabinet Presidensial. Dimana Kabinet Presidensial adalah suatu kabinet yang pertanggungjawaban atas kebijaksanaan pemerintah dipegang oleh Presiden. Presiden merangkap jabatan sebagai kepala pemerintah, sehingga para menteri tidak bertanggungjawab kepada parlemen/DPR, melainkan kepada Presiden.

Seperti yang banyak kamu tahu, bahwa Afrika merupakan negara yang terletak di ujung selatan Benua Afrika. Ada banyak hal yang membuat negara ini terkenal di seluruh dunia selain karena lokasinya yang mudah dibayangkan. Bagi para penggemar sepak bola, Afsel bukan negara yang asing karena di negara inilah, turnamen Piala Dunia 2010 pernah digelar.

Di luar ranah sepak bola, Afsel juga dikenal sebagai salah satu negara penghasil berlian terbanyak di dunia. Dan di Afsel pulalah, terdapat daratan bernama Tanjung Harapan Baik yang sempat disinggahi oleh pelaut termahsyur Portugis, Bartolomeu Dias.

Bukan hanya Indonesia atua bahkan negara lain saja yang memiliki Budaya ataupun tradisi, ternyata negara kulit hitam ini memiliki beberapa budaya dan bahkan memiliki tradisi yang sedikit mencengkam nih guys. Penasaran? Untuk itu kita lanjut baca guys.

Budaya Afrika Selatan

Pada umumnya pada masyarakat kulit hitam, kepercayaan mereka masih berlandaskan kepada dewa-dewa yang perkasa serta maskulin, semangat nenek moyang, dan kuasa-kuasa gaib. Mereka juga membenarkan poligami serta mas kawin (lobolo) sering akan dibayar.

Bagi masyarakat Afrika, kerbau punya peran lebih. Kerbau diidentikkan sebagai simbol kekayaan dan hewan korban. Untuk kesenian, Afrika Selatan menyimpan beberapa lukisan gua dan batu oleh Suku San. Ada diantara lukisan tersebut berusia 26.000 tahun.

Di Afrika Selatan terdapat sebuah tarian yang dilakukan dengan mengenakan sepatu bot Wellington. Bahkan terdapat Tarian yang disebut sebagai Tarian Gumboot. Selain itu ada juga tarian tradisional yang disebut dengan Tarian Vokspele. Dan berikut beberapa budaya yang terdapat di Afsel.

Festival

Ada berbagai macam festival yang ada di Afrika Selatan yakni : Prickly Pear Festival, Uitenhage Eastern Cape. Hal ini diadakan pada akhir Februari atau awal Maret di Cuyler Hofstede pertanian museum dekat Uitenhage.

Ini adalah hari makanan tradisional seperti bir jahe, pancake, potjiekos, buatan selai, panggangan braai dan ikan braai, kelinci-chow dan rumah-dibuat puding. Selain itu banyak festival yang diadakan di Negara ini yaitu Keju Festival, Cape Town Jazz Festival Klein Karoo Festival, Philippolis Witblits Festival dan masih banyak yang lainnya.

Tari-tarian

Tarian Gumboot (atau isicathulo) adalah Afrika tarian yang dilakukan oleh penari mengenakan sepatu bot Wellington Di Afrika Selatan ini lebih umum disebut bersepatu. Sepatu mungkin dihiasi dengan lonceng.

Suara ini akan menjadi kode atau panggilan yang berbeda untuk mengatakan sesuatu kepada orang lain jarak yang cukup dekat. Ini pada dasarnya digunakan sebagai bahasa di lapangan pertambangan. Selain itu terdapat tarian Vokspele yang merupakan tari tradisional Afrika Selatan juga.

Pakaian Adat

Pakaian adat Afrika Selatan yang dikenakan, seperti gaun panjanag misalnya wear.For, Di Afrika Selatan dikenal dengan kemeja Madiba. Kain ini kemudian dipotong menjadi bentuk garmen. Di Eastern Cape, Afrika Selatan kita menemukan orang-orang Xhosa, pakaian gaya populer seorang wanita di wilayah ini adalah modern

Mbaco Pakaian” Mbaco adalah seratus persen katun kain yang datang dalam tiga warna primer dan tradisional untuk daerah: krim, merah dan oranye.

Gimana? Budaya yang terdapat disana tak jauh beda bukan dengan Indonesia? Mereka memiliki festival, pakaian adat bahkan ada tarian khas dari negara tersebut. Nah, kamu juga harus tahu mengenai tradisi yang begitu terkenal di Afrika. Duh saya agak sedikit seram nih guys, namun inilah tradisi dari Afrika.

Tradisi Lepas Perawan

Ternyata tradisi melepas perawan ini banyak dilakukan remaja Afrika Selatan sesudah mereka lulus sekolah. Cukup mengejutkan untuk kita mendengarnya. Karena, pada umumnya keperawanan biasanya diberikan kepada pasangan yang masing-masing dalam ikatan yang “SAH“.

Namun, hal ini tidak berlaku lho pada remaja yang berada di Afrika Selatan. Entah hal ini karena kemajuan negara atau memang kebablasan, pastinya kita semua tidak dapat mengetahuinya.

Afrika, benua dengan wilayah daratan yang cukup luas. Ditempati begitu banyak penduduk dengan berbagai suku dan tradisi yang sebagain besar merupakan suku asli. Sebagian masyarakat suku di sana masih belum begitu terpengaruh perkembangan zaman.

Mereka masih memegang teguh tradisi yang telah diwarisi secara turun-temurun. Imbasnya masih banyak berbagai ritual yang masih dilaksanakan masyarakat suku hingga sekarang. Ritual ini dinamakan sebagai pembersihan para gadis. Nah, pertanyaannya bagaimanakah penduduk desa melakukan hal tersebut?

Ritual ini dilakukan dengan membiarkan para gadis ditiduri oleh seorang pria. Pria ini juga bukan pria sembarangan, dia adalah orang yang terpilih secara adat dengan gelar Hyena. Pria Hyena inilah yang dibayar untuk melakukan “pembersihan” dengan cara berhubungan badan tentunya.

Para orang tua di Malawi ini sangat percaya jika ritual tersebut tidak dilakukan maka malapetaka besar akan menimpa si gadis. Ritual ini juga berlaku bagi para janda dan wanita yang keguguran untuk melakukan pembersihan juga.

Yah, sebuah tradisi emang sulit untuk dilepaskan dari beberapa negara, bahkan suku yang sangat mempercayai akan sebuah ritual semacam ini. Sayangnya, para orang tua di sana tidak menyadari bahaya yang mengintai putri mereka. Perilaku seks semacam ini berpotensi besar menularkan virus HIV kepada para gadis. Praktik pembersihan ini dituding sebagai salah satu penyebab meningkatnya penderita HIV di Malawi.

Pemerintah Malawi telah berupaya menghalau praktik ritual pembersihan tersebut. Salah satunya dengan melakukan pelarangan pernikahan anak dan meningkatkan usia pernikahan dari 15 tahun menjadi 18 tahun.

Melestarikan sebuah tradisi memang tugas kita sebagai pewaris generasi. Namun, kita juga tidak boleh mematuhi tradisi secara buta tanpa mempertimbangkan resiko yang menyertainya. Gimana? Pasti kamu setuju bukan?

info

5 Firaun Wanita Paling Berpengaruh Di Peradaban Mesir Kuno

Mesir merupakan bangsa dari Benua Afrika yang begitu banyak menyimpan keajaiban di masa lalunya. Peradaban di zaman Kuno Mesir merupakan terbesar dan tersohor di dunia yang berhasil menciptakan sejarah sampai saat ini. Dari peradaban tersebut, banyak nama-nama besar yang muncul seperti salah satunya Firaun.

Firaun sendiri adalah gelar untuk para raja yang menduduki tahta tertinggi pada zaman tersebut dan identik dengan pria yang memiliki kelakuan layaknya Tuhan. Namun, tahukah kamu bahwa Firaun bukan saja dari kalangan pria? Sebenarnya, pada zaman Mesir Kuno ada juga Firaun berjenis kelamin wanita yang pernah menduduki tahta tertinggi dengan sangat hebatnya. Siapakah saja Firaun wanita tersebut? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

1. Cleopatra

Cleopatra adalah putri Ptolemy Auletes (Ptolemy XII), salah satu dinasti Ptolemy penguasa Mesir Kuno mantan orang kepercayaan Alexander The Great sang penguasa Macedonia. Ptolemy XII punya empat putri dan dua putra. Namun, semuanya meninggal saat masih sangat muda.

Cleopatra merupakan ikon kecantikan dunia sampai saat ini. Cleoptara lahir pada tahun 69 Sebelum Masehi (SM) di Alexandria, Mesir dan meninggal dunia di usia 39 tahun pada 30 SM. Ia merupakan salah satu Firaun wanita Mesir terakhir yang menggunakan senjata “kewanitaan” untuk mempertahankan takhta dan pengaruhnya di dalam kerajaan. Cleopatra bahkan membuat Julius Caesar sang Kaisar Romawi tunduk di kakinya.

Cleopatra dinobatkan menjadi ratu pada usia 18 tahun setelah Ia menikahi adik laki – lakinya yang baru berusia 12 tahun, yang kemudian menjadi raja Ptolemeus XIV. Dalam peradaban Mesir Kuno, menikahi saudara kandung merupakan kebiasaan pada masa itu, karena sebagai Pharaoh mereka dianggap keturunan dewa dan hanya sesama dewa yang boleh menikah.

Banyak ilmuwan mengatakan bahwa Cleopatra merupakan figur sadis, namun Cleopatra sendiri mengatakan itu demi rakyatnya dan mau melakukan segala cara untuk melindungi rakyatnya. Ambisinya memang berhasil menjadikan kerajaan itu menjadi besar.

2. Nefertiti

Dikenal sebagai penguasa Sungai Nil dan putri para dewa, Nefertiti memiliki kekuasaan penuh pada masanya dan diyakini memiliki status yang sama dengan Firaun sendiri.

Nafertiti awalnya merupakan seorang istri dari Firaun bernama Akhenaten. Namun setelah suaminya meninggal dunia, Nefertiti memegang kekuasaan itu sementara waktu sebelum ada Firaun baru bernama Tutankhamun naik tahta dan memerintah Mesir kuno dengan sangat hebat.

Lama terlupakan oleh sejarah, Nefertiti menjadi terkenal ketika sebuah patung dirinya ditemukan di sebuah toko seorang seniman di Amarna pada tahun 1912, sekarang merupakan Altes Museum di Berlin.

Patung tersebut sekarang adalah salah satu karya paling banyak dibuat replikanya dari era Mesir Kuno. Nefertiti dan suaminya adalah orang yang memberikan reformasi besar pada Mesir. Dia merupakan Firaun yang paling agamis dan religius sehingga banyak masyarakat pada zaman itu takut terhadap dewa. Saat ia berkuasa, dewa Aten merupakan satu-satunya tuhan pada masa itu.

3. Hatshepsut

Ratu Hatshepsut adalah Firaun ke-5 dari Dinasti ke-8 yang memerintah di zaman Mesir Kuno. Para ilmuwan banyak menanggap Ratu Hatshepsut merupakan seorang Firaun wanita yang paling sukses di Mesir karena masa jabatannya paling lama daripada wanita penguasa manapun.

Dengan kekayaannya, ia berhasil membangun proyek yang mengangkat nama besar arsitektur Mesir Kuno sebanding dengan arsitektur klasik manapun. Bangunan ini tidak tersaingi budaya lain selama kurang lebih 1000 tahun. Salah satu bangunan yang paling terkenal sampai saat ini adalah kuil Hatshepsut dan kuil Karnak.

Dari hasil penelitian arkeologi, Ratu Hatshepsut diduga tewas karena lotion, dimana mereka menemukan adanya zat beracun karsinogen dalam botol kosmetik milik ratu. Sebelumnya, Hatshepsut dikabarkan meninggal dunia karena kanker tulang pada 1458 SM.

4. Sobekneferu

Para ahli sejarah Mesir Kuno mengakuinya sebagai Firaun wanita paling sukses. Ia memerintah pada Dinasti ke-18 mulai tahun 1473 Sebelum Masehi. Sobekneferu memerintah Mesir sekitar empat tahun sebelum akhirnya digantikan oleh Firaun pria lain yang masih memiliki darah dari Amenemhat III.

Ia memperkuat cengkeraman kekuasaannya dengan mendekorasi kuil para dewa, memasang citra dirinya sebagai Firaun yang menggunakan pakaian tradisional dan segala simbol kepemimpinan termasuk janggut yang lancip.

Saat mengerjakan urusan kenegaraan, dikelilingi para penasihat laki-laki, ia mengenakan pakaian pria. Meski, pada masa awal kekuasaannya, perempuan itu kerap mengenakan gaun pas badan yang menunjukkan lekuk tubuhnya.

5. Twosret

Twosret adalah Firaun terakhir dari Dinasti ke-19 Mesir. Ia dikenal juga dengan nama Site Meryamun atau yang memiliki arti “Putri tercinta dewa Amun (dewa Mesir)”.

Penggalian yang dilakukan oleh University of Arizona dalam ekspedisi Mesir, di kuil Gournah memiliki dugaan kuat bahwa pemerintahannya berjalan selama 9 tahun yang berarti kemungkinannya di memerintah selama 2 atau 3 tahun sebagai Firaun wanita Mesir Kuno di tahun 9 masehi di mana saat itu banyak sekali pertempuran hebat yang salah perang memperebutkan kawasan Troy.

Makam dari Tworset di temukan di daerah lembah yang sangat dalam. Bahkan isi peti matinya telah digunakan kembali untuk mengubur Amenherkhepeshef. Meski demikian patung dari Twosret ditemukan di daerah Heliopolis dan juga Thebes.

Nah, itulah tadi informasi tentang beberapa Firaun wanita Mesir Kuno paling berpengaruh di masanya dalam sejarah yang telah berhasil ditemukan oleh para peneliti dan arkeolog. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan terima kasih sudah membaca.

info

Miris, Negara Burundi Adalah Neraka Dunia di Afrika

Burundi merupakan sebuah negara tanpa laut di daerah Danau Besar di tengah benua Afrika. Negara ini berbatasan dengan Rwanda di utara, Tanzania di selatan dan timur serta Republik Demokratik Kongo di barat. Meskipun negara ini tidak mempunyai batas laut, banyak dari perbatasan baratnya bersebelahan dengan Danau Tanganyika. Nama negara ini berasal dari bahasa Bantu, Kirundi. Negara ini sangat miskin. Dibanding Indonesia, pendapatan perkapitanya 400 kali lebih kecil daripada Indonesia.

Sejak merdeka pada tahun 1962 hingga pemilu pada tahun 1993, Burundi dikuasai serangkaian diktator militer, seluruhnya dari kelompok suku minoritas Tutsi. Periode tersebut dipenuhi kerusuhan etnis termasuk kejadian-kejadian besar pada tahun 1964, 1972 dan akhir 1980-an. Pada tahun 1993, Burundi mengadakan pemilu demokratis pertamanya, yang dimenangi Front untuk Demokrasi di Burundi (FRODEBU) yang didominasi suku Hutu.

Pemimpin FRODEBU Melchior Ndadaye menjadi presiden Hutu Burundi pertama, namun beberapa bulan kemudian dia dibunuh sekelompok tentara Tutsi. Pembunuhan ini lalu mengakibatkan terjadinya perang saudara. Sampai saat ini, perang saudara di negara ini masih terjadi dan semakin meluas.

Kekacauan besar sedang terjadi, namun dunia Internasional belum melakukan usaha maksimal untuk membantu mereka. Warga Burundi merasa ditinggalkan dan tidak dipedulikan lagi. Dan berikut fakta-fakta miris tentang negara Burundi yang tidak diketahui warga Internasional!

1. Negara Dengan Titel Termiskin di Dunia

PBB sudah merilis daftar terbaru negara-negara paling bahagia di dunia. Dalam daftar teratas, negara Denmark di peringkat pertama dan seperti yang sudah kamu ketahui, Burundi terpuruk di peringkat paling buncit alias paling bawah. PBB tentu tidak ngawur dalam menyusun daftar ini kecuali pada kenyataannya Burundi memang sangat kacau.

Tak hanya mempunyai gelar negara paling tidak bahagia, Burundi nyatanya juga masuk ke dalam tiga besar negara paling miskin di dunia bersama Kongo dan Republik Afrika Tengah. Dari data yang disusun IMF, rata-rata pendapatan per kapita Burundi hanya $818. Sangat jauh kalau dibandingkan dengan Indonesia yang mencatatkan angka $11.126. Dan makin jauh pula dengan Qatar yang memiliki pendapatan per kapita sebesar $132.009.

2. Terjadi Genosida Atau Pembunuhan Massal Ketika Presiden Ingin Mencalonkan Untuk yang Ke-3 Kalinya

Krisis Burundi bermula pada bulan April 2015 ketika Presiden Pierre Nkurunziza mencoba untuk mencalonkan lagi sebagai presiden untuk yang ketiga kalinya. Langkah ini jelas melanggar konstitusi Burundi yang mengatakan bahwa presiden hanya bisa menjabat 2 kali 5 tahun. Namun protes penolakan ini ditanggapi pemerintah dengan pembunuhan berdarah dingin. Upaya kudeta muncul, tapi gagal. Maka selanjutnya yang terjadi adalah kekerasan politik pemerintah yang mengarah kepada pembunuhan etnis tertentu yang ingin melengserkannya.

Warga disiksa, diserang, diculik, dibunuh bahkan yang wanita diperkosa di rumah mereka sendiri. Laporan soal pelanggaran hak asasi manusia termasuk pembunuhan, penyiksaan dan larangan berbicara terus bergulir. Namun kelihatannya kengerian tersebut belum akan berakhir dalam waktu dekat ini. Pemerintah menyebarkan propaganda etnis yang membuat konflik politik ini menjadi meluas ke arah etnis. Kebanyakan korban dari pembunuhan ini adalah orang-orang muda dari etnis Tutsi.

3. Banyak Warga Mengungsi Namun Kekurangan Bantuan

Lebih dari 100 orang berusaha keluar dari Burundi setiap harinya. Bahkan setidaknya 250 ribu lebih warga Burundi telah mengungsi ke beberapa negara tetangga seperti Tanzania, Rwanda, Uganda, dan Kongo pada akhir tahun 2015 lalu. Namun, melarikan diri dari negara konflik bukan berarti mereka selamat dari kejamnya kehidupan. Kenyataannya, kehidupan mereka sebagai pengungsi juga masih sangat miris dan membutuhkan bantuan.

Perkemahan warga penuh sesak dengan jumlah pengungsi yang terus bertambah tiap harinya. Mereka kekurangan makanan, pakaian dan kebutuhan lainnya karena bantuan yang datang ternyata sangat terbatas. Masalah lain kini menghantui mereka seperti penyakit mematikan yang mengancam nyawa di perkemahan pengungsi. Kelompok relawan kemanusian mengatakan tidak bisa memberikan bantuan dana, sumbangan pangan atau tempat tinggal bagi korban kekerasan di Burundi.

4. Penyakit Kolera Menyebar Diantara Para Pengungsi

Masalah lain yang juga menghantui adalah penyakit yang bisa menyerang kapan saja. Bahkan wabah kolera telah menyebar diantara pengungsi Burundi di Tanzania. Setidaknya 3 ribu orang tertular penyakit ini. PBB dan African Union sebenarnya sudah mengambil langkah untuk melakukan intervensi.

African Union berusaha mengirimkan pasukan untuk menjaga kedamaian tapi ditolak keras oleh presiden Burundi saat ini. PBB juga telah melakukan dialog dengan presiden Burundi agar menerima usaha African Union, namun tidak membuahkan hasil. Sayangnya, sejak saat itu masih belum ada langkah lainnya. Dan para pengungsi Burundi merasa mereka telah dilupakan oleh dunia.

5. Reaksi Dunia Akan Kekejaman di Burundi

21 Januari 2016 lalu, perwakilan dari PBB mengunjungi presiden untuk kedua kalinya dalam setahun. Tujuannya adalah untuk meminta presiden melakukan dialog dengan para pemberontak dan menerima pasukan perdamaian dari African Union. Sayang kunjungan tersebut tidak berhasil seperti yang diharapkan. Sampai saat ini, belum ada satupun negara yang membantu krisis yang di alami Burundi.

Nah, melihat kehidupan orang-orang Burundi ini, kita mungkin harus benar-benar sangat bersyukur karena lahir dan tinggal di Indonesia. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

info

Boko Haram, Teroris Mematikan Asal Nigeria Penerus ISIS Di Afrika

Boko Haram adalah sebuah organisasi radikalisme atau lebih mengarah kepada kelompok yang kerap melakukan aksi teror yang berbasis di daerah Afrika, khususnya Nigeria. Boko Haram sering disebut Jamā’at Ahl as-Sunnah lid-da’wa wal-Jihād yang didirikan oleh Mohammed Yusuf pada tahun 2002 dengan tujuan untuk mendirikan negara Islam “murni” berdasarkan hukum syariah dan menghentikan hal-hal yang dianggap sebagai “westernisasi”. Semenjak kematian Mohammed Yusuf tahun 2009, Abubakar Shekau ditetapkan menjadi pimpinan Boko Haram sampai saat ini.

Kelompok ini dikenal karena menyerang orang Kristen yang semena-mena terhadap hak warga dan pemerintah, menyerang sekolah dan pos polisi, menculik turis barat dan juga membunuh anggota lembaga Islam. Kekerasan yang terkait dengan organisasi Boko Haram telah mengakibatkan tewasnya 10.000 orang di antara tahun 2002 hingga 2013 lalu.

Keterkaitan kelompok ini dengan kelompok jihad lainnya di luar Nigeria masih diperdebatkan. Menurut seorang komandan militer Amerika Serikat, Boko Haram terkait dengan Al-Qaeda. Namun, tidak ditemukan bukti adanya dukungan internasional dan serangan Boko Haram terhadap target-target internasional sejauh ini masih terbatas. Pada 13 November 2013, pemerintah Amerika Serikat menggolongkan kelompok ini sebagai organisasi teroris.

Nama Boko Haram sendiri menurut bahasa setempat berarti ‘Haramkan Pendidikan Barat’. Dan berikut ini ada lagi beberapa fakta-fakta kekejaman Boko Haram yang kami ulas hanya untuk Anda!

1. Momok Menakutkan Bagi Pemerintah Nigeria

Kelompok Boko Haram yang menginginkan Nigeria menjadi negara Islam melancarkan serangannya ke aset-aset maupun gedung pemerintahan serta kantor kepolisian pada tahun 2009 lalu. Saat ini Boko Haram mengambil alih 11 provinsi milik Nigeria.

Di wilayah ini 1,7 juta penduduk terperangkap dan tak bisa melakukan apa-apa. Boko Haram kerap melakukan sweeping dan mengambil banyak wanita untuk dijual dan dijadikan budak. Lalu 850.000 orang telah merasakan kekerasan entah berupa tembakan atau guncangan dari bom.

2. Boko Haram Melarang Semua Jenis Pendidikan, Bukan Cuma Pendidikan Barat

Boko Haram ingin membentuk negara Islam yang berlandaskan hukum syariah. Kelompok ini mendesak agar Muslim tidak boleh berpartisipasi di politik dan aktivitas sosial yang berkaitan dengan komunitas barat. Hal itu termasuk pemilu, menggunakan kaus dan mengikuti pendidikan yang dianggap sekuler bagi mereka.

Pada tahun 2014, mereka telah melakukan penyerangan dan peledakan di 50 sekolah di Nigeria. Setidaknya 100 siswa dan 70 guru meninggal dunia karena terkena ledakan dan juga tertimpa reruntuhan bangunan. Salah satu aksi paling dikutuk dari Boko Haram adalah penculikan 200 siswi dari sekolah.

Kasus ini sempat membuat geram dunia Internasional. Banyak lembaga internasional meminta Boko Haram melepaskan gadis itu. Namun protes ini tak ditanggapi, gadis itu mungkin sudah menderita sebagai budak atau bahkan mati ditembak.

3. Memperlakukan Wanita Seperti Binatang

Satu hal paling mengerikan yang bisa dilakukan oleh Boko Haram adalah memperlakukan wanita seperti binatang. Bagi mereka wanita tak ubahnya benda yang bisa memuaskan hasrat badaniah mereka hingga tuntas. Setelah itu mereka berhak memperlakukan mereka dengan sangat mengerikan. Biasanya mereka menangkap gadis-gadis untuk dijual sebagai budak yang tugasnya melayani tindakan bejat.

Tindakan mengerikan ini bahkan juga berlaku untuk istri dan anak perempuan mereka. Yang penting dari kelompok ini adalah bagaimana bertarung, menguasai wilayah lalu bersenang-senang. Selebihnya wanita tidak dianggap sebagai seseorang yang penting. Jika butuh pelampiasan mereka bisa mencarinya saat melakukan penyerangan.

4. Membunuh Tanpa Pandang Bulu

Boko Haram sangat ditakuti khususnya di daratan Afrika lantaran mereka tidak segan membunuh siapapun yang mereka temui, apalagi segala hal yang menyangkut pemerintah. Kelompok ini punya gaya serangan khas dengan menggunakan sepeda motor.

Mereka tak segan membunuh para anggota kepolisian, politisi, bahkan ulama atau pemuka agama yang berseberangan dengan kelompoknya. Dan salah satu keburukan yang layak dikutuk dari Boko Haram adalah mereka menggunakan anak-anak untuk bom bunuh diri.

5. Aksi Biadab Boko Haram di Hari Natal

Hari Natal 25 Desember 2015 silam yang diharapkan berlangsung aman, damai, tenteram dan jauh dari tindak kekerasan malah terjadi sebaliknya. Pembantaian manusia terjadi di negara bagian Borno, Nigeria, Sebanyak 14 orang tewas akibat serangan militan Boko Haram tepat pada hari Natal.

Militan Boko Haram menginvasi wilayah pedesaan Kimba di negara bagian Borno dengan berpawai menggunakan sepeda motor. Mereka menembaki penduduk setempat yang ditemui dalam perjalanan dan juga membakar rumah-rumah. Invasi tersebut mengakibatkan ratusan warga desa mengungsi.

6. Penerus ISIS di Afrika

Disadari atau pun tidak, Boko Haram mulai mengikuti jejak dari ISIS. Mereka mulai melakukan pelebaran sayap, mencari anggota sebanyak-banyaknya dan juga mencari aliran dana. Awalnya Boko Haram mengaku memiliki afiliasi dengan Al-Qaeda, namun lambat laun mereka berpindah ke lain hati dan mengikuti jejak ISIS yang saat ini sudah mulai membuat dunia jadi gempar.

Saat ini perkembangan dari Boko Haram sudah semakin hebat. Aksi-aksi yang dilakukan pun juga semakin masif. Mereka mulai menguasai beberapa wilayah di Nigeria dan berperang untuk meruntuhkan militer negara ini. Keberadaan Boko Haram di Nigeria menjadi duri tajam yang terus membuat Nigeria menuju lembah kehancuran.

Inilah 6 fakta mengerikan dari Boko Haram, teroris terkejam di Afrika. Mereka terus melakukan teror dengan sangat membabi buta hingga ribuan nyawa jadi korbannya. Menurut kamu apa yang harus dilakukan dunia Internasional untuk memberantas para teroris ini?

info

Apa Saja Mitos Dan Fakta Afrika? Ini Jawabannya

Bagi anda yang tinggal di Indonesia, sudah pasti sedikit banyaknya telah mengetahui apa saja yang pernah terjadi di Indonesia. Indonesia merupakan suatu negara dengan wilayah yang sangat besar dimana Indonesia memiliki banyak keanekaragaman suku dan budaya.

Tidak hanya itu saja yang terkenal di Indonesia, melainkan masih banyak lagi yang diantaranya adalah jumlah penduduknya. Indonesia yang dianggap sebagai suatu negara besar, tidak heran Indonesia sangat padat akan penduduknya. Itu merupakan fakta dari Indonesia. Lalu, bagaimana dengan mitosnya?

Indonesia dikatakan sebagai suatu negara dengan penduduknya yang banyak ditempati oleh orang batak. Banyak yang mengatakan bahwa orang batak itu dikenal sebagai orang yang kasar dan tidak sopan. Tetapi yang sebenarnya adalah gaya berbicara orang batak memanglah terdengar sedikit keras dan itu sudah menjadi ciri khasnya orang batak. Suara keras bukan berarti tidak sopan. Itu hanyalah mitos belaka. Kenyataannya, bahwa orang batak memiliki hati yang sangat lembut dan penuh dengan kebaikan serta sopan.

Lalu, bagaimana dengan negara lain? Disini kita akan membahas sebuah negara dengan mitos dan juga faktanya. Tidak ada salahnya kita membahas negara Afrika. Afrika adalah sebuah negara yang letaknya sangat jauh dari Indonesia. Walaupun Afrika telah disalah pahami banyak orang dengan berbagai hal aneh, namun itu tidak semuanya bebar.

Untuk meyakinkan anda agar jauh dari salah paham mengenai Afrika, disini kami akan memberitahukan kepada anda mengenai mitos dan fakta dari Afika. Yuk kita simak saja penjelasannya dibawah ini.

1. Afrika Adalah Sebuah Negara

Banyak orang yang beranggapan bahwa Afrika adalah sebuah negera besar. Disini kami akan memperbaiki kesalah pahaman tersebut. Sebenarnya Afrika adalah sebuah negara benua dan sudah pastinya berbeda dengan negara lain. Dikatakan, benua Afrika merupakan benua yang sangat padat akan penduduknya. Afrika memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak dan tercatat sekitar 1 milyar orang. Afrika juga memiliki 61 negara bagian yang juga kaya akan budaya serta etnis.

2. Afika Adalah Sebuah Gurun

Memang benar, afrika merupakan sebuah benua yang sangat kering dan memiliki banyak gurun. Sudah tidak heran Afrika memiliki suhu udara yang sangat panas. Namun tidak semua bagian Afrika kering karena suhunya yang sangat panas. Ternyata banyak bagian Afrika yang memiliki hutan hujan tropis.

3. Orang Afrika Hidup dalam Gubuk

Banyak orang yang mengganggap bahwa Afrika tidak seperti negara lain dengan tananan yang sangat rapi dan teratur. Afrika sering dianggap sebagai suatu daerah dimana bangunan kotanya tidak seperti negara lain. Memang benar masih banyak diantara orang Afrika yang lebih memilih untuk tinggal pada bangunan khas Afrika, tapi itu tidak seluruhnya. Sebenarnya sangat banyak bagunan kota atau jalan yang sama dengan negara maju lannya.

4. Makanan yang Aneh

Memang benar Afrika tidak seperti negara lain yang memiliki segalanya. Seperti halnya makanan, walaupun Afrika tidak tergolong negara kaya, bukan berarti orang Afrika mengkonsumsi makanan yang dianggap aneh. Sama seperti negara lain yang memiliki makanan khas, afrika juga memiliki makanan khas dan juga enak seperti Melktert, Ayam piri piri, Nasi jollof dan sup egusi, Bunny Chow, Boerewors, Biltong, Vetkoek, Chakalaka dan masih banyak lagi.

5. Hewan

Afrika merupakan sebagai tempat tinggalnya banyak binatang liar. Walaupun begitu, tidak berarti bahwa setiap Penduduk Afrika memiliki hewan peliharaan singa atau harimau.

6. Tidak memiliki Teknologi

Siapa bilang Afrika ketinggalan dalam dunia Teknologi? Jangan menganggap remeh dengan Afrika, sangat banyak sekali alat teknologi yang telah masuk ke Afrika yang salah satunya adalah Gadget. Walaupun kehadirannnya sedikit terlambat, tapi tidak satupun diantara mereka yang ketinggalan dengan alat teknologi tersebut.

7. Bahasa

Hampir mengimbangi negara Indonesia yang kaya akan bahasa. Begitu juga dengan Afrika yang juga banyak menguasai berbagai macam bahasa. Dikatakan, Afrika menguasai banyak bahasa seperti Namibia, Jerman, Afrika, Inggris dan Portugis.

8. Sedikit Hotel

Mungkin banyak orang berpikir bahwa Afrika sebagai negara sepi yang tidak banyak dikunjungi oleh turis asing. Anda sangat salah besar mengenai itu. Banyak yang beranggapan sedikitnya turis yang berkunjung ke Afrika karena keterbatasan hotel. Layaknya untuk anda ketahui, afrika memiliki banyak hotel yang aman dan nyaman serta mewah untuk turis asing. Seperti Afrika selatan yang memiliki 372 hotel dan itu hanya satu tempat saja, belum lagi beberapa wilayah lainnya.

9. Tidak ada Toilet

Siapa yang mengatakan bahwa Afrika itu tidak seperti negara lain yang memiliki Toilet bersih dan mewah? Jangan selalu berpikiran negatif terhadap negara Afrika ini. Dikatakan, afrika tidak seperti yang anda bayangkan yang tidak memiliki Toilet, sebenarnya Afrika memiliki banyak sekali toilet yang lebih baik dari apa yang anda bayangkan. Walaupun tidak sesempurna mungkin, tetapi toilet yang ada di Afrika dikatakan sangat nyaman dan juga bersih.

10. Orang Afrika adalah Berkulit Hitam

Kulit yang berwarna seperti Hitam adalah hal yang relatif. Berdasarkan yang kita katahui, kebanyakan orang Afrika memiliki kulit yang hitam. Tapi jangan salah, ternyata banyak dari orang Afrika yang berkulit putih. Mungkin ini sedikit mengherankan bagi anda, sekitar beberapa ratus tahun yang lalu, orang pertama yang tinggal di Afrika adalah Portugis dan kemudian disusul oleh orang Belanda serta Perancis yang menetap di Afrika. Jadi jangan heran pada saat Anda mengatakan orang kulit putih adalah orang Afrika.

Gays, sekian informasi kami ini mengenai mitos serta fakta dari Afrika. Sebelum mengetahui kebenaran terhadap suatu negara tersebut, jangan sesekali mencoba mengedarkan isu yang tidak bebar adanya seperti yang ada diatas. Semoga apa yang kami sampaikan ini menjadi pelajaran penting bagi anda sekalian. Selamat membaca.

info

Inilah Fakta-fakta Bajak Laut Somalia Yang Menjadi Penguasa Lautan Afrika

Tanah Somalia terkenal sebagai “Tanah Aromatik” pada zaman Mesir kuno. Namun bangsa Somalia meyakini bahwa nenek moyang mereka sekarang adalah orang-orang Arab yang bermigrasi ke wilayah Somalia pada abad ke-7 pada masa penyebaran agama Islam sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh orang-orang Arab muslim. Berbicara tentang negara Somalia, negara ini merupakan ‘surga’ bagi para bandit Afrika.

Julukan tersebut diberikan karena wilayah lautan negara ini memiliki jumlah bajak laut yang begitu banyak dan sulit diberantas. Yang lebih ngerinya lagi, perompak di Somalia ini susah untuk diajak bernegosiasi. Mereka hanya mau menjarah dan mendapatkan banyak uang serta tidak sungkan-sungkan untuk membunuh para tawanannya.

Maka dari itu, PBB selaku organisasi bangsa-bangsa menetapkan resolusi untuk memberantas para bajak laut tersebut dengan mengeluarkan pernyataan bahwasanya Dewan Keamanan PBB memberikan wewenang kepada negara-negara dan organisasi-organisasi manapun untuk memasuki perairan wilayah Somalia serta menggunakan “langkah-langkah apapun yang diperlukan” untuk memerangi perompakan tersebut.

Namun, rupanya bajak laut Somalia memiliki perbedaan dengan bandit lautan yang lainnya. Mereka garang, tapi juga memiliki sisi lain yang tak banyak diketahui. Lalu seperti apa? Simak ulasan menariknya berikut ini.

1. Punya Sindrom Robin Hood

Legenda Inggris Robin Hood, seorang pencuri yang memberikan harta curiannya kepada para orang yang tidak mampu, rupanya menjadi inspirasi kaum perompak di Somalia. Mereka selalu menganggap dirinya benar meski mencuri adalah sebuah kesalahan.

Awalnya mereka mengaku sebagai penjaga laut Somalia karena maraknya illegal fishing. Namun lambat laun mereka mulai merampok kapal apa saja yang melintas.

Bahkan kapal dari PBB yang membawa bahan makanan bagi penduduk Somalia pun dijarah. Sejak saat itu mereka bisa menghasilkan jutaan dollar dari merampok kapal barang yang memiliki nilai fantastis.

2. Bajak Laut Somalia Dulunya Adalah Nelayan Biasa

Pada awalnya, Somalia merupakan negara yang mampu memberi lapangan pekerjaan pada warganya. Namun, pada tahun 1970, negara ini mulai dilanda kekeringan yang lumayan parah.

Tak hanya itu, krisis dan perang saudara juga membuat para warganya pontang-panting. Bencana kemiskinan dan kerasnya kehidupan saat itu membuat nelayan mulai banting stir menjadi bajak laut.

Peralihan profesi tersebut rupanya menjadi lahan penghasilan yang cukup menjanjikan. Bagaimana tidak, lautan Somalia merupakan jalur utama dari kapal-kapal tengker. Dalam sekali keberhasilan bajak laut menyandra kapal, setidaknya kelompok mereka menghasilkan jutaan dollar.

Perekonomian mereka pun makin membaik. Bahkan, bajak laut merupakan profesi yang banyak diimpikan oleh masyarakat setempat sehingga banyak masyarakat yang mendaftarkan dirinya menjadi bajak laut.

3. Modus Pembajakan Sekali Pukul 2 Lalat Mati

Para perompak Somalia biasanya menggunakan kapal yang mereka berhasil bajak sebagai mother ship atau kapal induk untuk membajak kapal laut yang lain. Ide cerdas bukan?

Ide cerdas lainnya yang sempat disinyalir oleh Gugus Tugas Gabungan pasukan elit TNI saat pembebasan MV Sinar Kudus adalah ketika tebusan telah dibayar dan bajak laut siap meninggalkan kapal yang dibajak, ada kelompok bajak laut yang lain yang bersiap mengejar dan menduduki kembali kapal yang baru ditinggalkan grup pembajak pertama. Skenario cerdas ini sempat membuat TNI AL berulang kali mengatur rencana.

4. Tidak Tersentuh Hukum

Perompak di Somalia sama sekali tidak tersentuh oleh hukum dari mana saja. Secara internasional wilayah laut yang sering digunakan untuk menjarah itu benar-benar lawless atau tak berhukum. Sementara itu, Somalia sendiri tidak terlalu memperhatikan keadaan lautnya.

Negeri ini terlalu sibuk dengan keadaan dalam negeri yang sangat memusingkan karena kemiskinan. Jadi mau terjadi apa-apa di laut mereka tidak akan peduli. Karena juga Somalia termasuk negara yang tidak memiliki pemerintahan yang efektif, hal ini yang membuat para perompak merajalela di lautan Somalia.

5. Garang, Tapi Takut Britney Spears

Menurut berita yang dilansir sebuah media internasional mengatakan jika bajak laut Somalia takut dengan suara Britney Spears. Sejumlah operasi militer dilakukan untuk menangkal aksi para bajak laut.

Angkatan Laut Inggris punya ‘senjata rahasia’ unik tapi jitu yaitu dengan menyetel lagu-lagu Britney Spears dengan volume paling keras. Cara itu ternyata efektif untuk menakut-nakuti para perompak.

Namun ternyata, cara unik ini tak ada hubungannya dengan sosok penyanyi pop itu. Menurut perwira AL Inggris, Rachel Owens, hal itu karena para perompak Somalia ini anti dengan budaya barat. Aneh-aneh saja ya!

6. Tak Perlu Bertatap Muka Untuk Mendapatkan Tebusan

Bajak laut di wilayah So­malia bisa di­sebut paling licin dan sulit dilacak. Ba­gai­mana tidak, untuk menyerahkan uang tebusan saja mereka me­nolak untuk ber­temu lang­sung. Mereka biasanya me­min­ta uang tebusan diantar dengan cara dija­tuhkan de­ngan parasut, atau dilempar ke tengah laut.

Cara ini memang efektif untuk me­ngantisipasi agar orang lain tidak sampai me­­nginjak kapal mereka. Setelah uang tebusan diterima, mere­ka pun bisa kabur di tengah luasnya lautan Somalia. Dari survei yang dilakukan pada tahun 2011, satu kelom­pok bajak laut setidaknya bisa mengumpulkan hingga 146 juta dollar dalam setahun.

Nah, itulah tadi fakta-fakta tak terduga tentang bajak laut di Somalia. Penjarahan yang mereka lakukan mungkin bisa dibilang aksi kriminal. Namun, jika dilihat dari sisi lain ternyata banyak hikmah yang bisa diambil. Bagaimana menurut kalian?

info

Apa Itu Apartheid Di Afrika Selatan?

Apartheid adalah kata Afrikans yang berarti “perpisahan.” Ini adalah nama yang diberikan pada ideologi sosial ras tertentu yang dikembangkan di Afrika Selatan selama abad ke-20. Intinya, apartheid adalah tentang segregasi rasial. Ini menyebabkan diskriminasi politik dan ekonomi yang memisahkan Hitam (atau Bantu), Berwarna (ras campuran), India dan Afrika Selatan Putih.

Penyebab Terjadinya Apartheid

Pemisahan ras di Afrika Selatan dimulai setelah Perang Boer dan benar-benar muncul pada awal 1900-an. Ketika Uni Afrika Selatan dibentuk pada tahun 1910 di bawah kendali Inggris, orang-orang Eropa di Afrika Selatan membentuk struktur politik negara baru tersebut. Tindakan diskriminasi diimplementasikan sejak awal. Baru pada pemilihan tahun 1948, kata apartheid menjadi umum dalam politik Afrika Selatan.

Melalui semua ini, minoritas kulit putih menempatkan berbagai batasan pada mayoritas kulit hitam. Akhirnya, segregasi tersebut mempengaruhi warga kulit berwarna dan India juga. Seiring waktu, apartheid terbagi menjadi apartheid kecil dan megah. Apartheid kecil mengacu pada segregasi yang terlihat di Afrika Selatan sementara apartheid grand digunakan untuk menggambarkan hilangnya hak politik dan hak kulit hitam Afrika Selatan.

Mengesahkan hukum dan Pembantaian Sharpeville

Sebelum berakhir pada tahun 1994 dengan pemilihan Nelson Mandela, tahun-tahun apartheid dipenuhi banyak perjuangan dan kebrutalan. Beberapa kejadian sangat penting dan dianggap mengubah titik dalam perkembangan dan jatuhnya apartheid.

Apa yang kemudian dikenal sebagai “hukum lalim” membatasi pergerakan orang Afrika dan meminta mereka untuk membawa “buku referensi”. Ini memegang dokumen identifikasi dan juga perizinan berada di daerah tertentu. Pada tahun 1950, pembatasan menjadi begitu besar sehingga setiap orang kulit hitam Afrika Selatan diminta untuk membawanya.

Pada tahun 1956, lebih dari 20.000 wanita dari semua ras bergerak dalam demonstrasi. Inilah saat protes pasif, tapi itu akan segera berubah. Pembantaian Sharpeville pada tanggal 21 Maret 1960, akan menjadi titik balik apartheid. Ini juga merupakan protes terhadap undang-undang yang disahkan dan merupakan momen penting dalam sejarah Afrika Selatan.

Kelompok anti apartheid, termasuk Kongres Nasional Afrika (ANC) dan Kongres Pan Afrika (PAC) telah membentuk demonstrasi. Apa yang dimaksudkan untuk menjadi demonstrasi damai di Sharpeville dengan cepat berubah mematikan saat polisi menembaki kerumunan. Dengan lebih dari 180 orang kulit hitam Afrika terluka dan 69 terbunuh, pembantaian tersebut menarik perhatian dunia. Selain itu, ini menandai dimulainya perlawanan bersenjata di Afrika Selatan.

Pemimpin Anti Apartheid

Banyak orang berjuang melawan apartheid selama puluhan tahun dan era ini menghasilkan sejumlah tokoh penting. Diantaranya, Nelson Mandela mungkin yang paling dikenal. Setelah dipenjara, dia akan menjadi presiden terpilih pertama yang dipilih secara demokratis oleh setiap warga negara kulit hitam dan putih Afrika Selatan.

Nama penting lainnya termasuk anggota ANC awal seperti Chief Albert Luthuli dan Walter Sisulu. Luthuli adalah pemimpin dalam demonstrasi hukum tanpa kekerasan dan orang Afrika pertama memenangkan Hadiah Nobel untuk Perdamaian pada tahun 1960.

Sisulu adalah campuran ras Afrika Selatan yang bekerja sama dengan Mandela melalui banyak peristiwa penting. Steve Biko adalah pemimpin gerakan kesadaran negara hitam tersebut. Dia dianggap sebagai martir bagi banyak orang dalam pertarungan anti-apartheid setelah kematiannya di sel penjara Pretoria tahun 1977.

Beberapa pemimpin juga mendapati diri mereka condong ke arah Komunisme di tengah perjuangan Afrika Selatan. Diantaranya adalah Chris Hani yang akan memimpin Partai Komunis Afrika Selatan dan berperan penting dalam mengakhiri apartheid sebelum pembunuhannya pada tahun 1993. Selama tahun 1970an, kelahiran Lithuania Joe Slovo akan menjadi anggota pendiri sayap bersenjata ANC. Pada tahun 80an, dia juga akan berperan penting dalam Partai Komunis.

Hukum Apartheid

Pemisahan dan kebencian rasial telah disaksikan di banyak negara di seluruh dunia dengan berbagai cara. Apa yang membuat era apartheid Afrika Selatan unik adalah cara sistematis dimana Partai Nasional meresmikannya melalui undang-undang.

Selama beberapa dekade, banyak undang-undang diundangkan untuk menentukan ras dan membatasi kehidupan sehari-hari dan hak-hak orang Afrika Selatan yang tidak berkulit putih. Misalnya, salah satu undang-undang pertama adalah Larangan Undang-Undang Perkawinan Campuran tahun 1949 yang dimaksudkan untuk melindungi “kemurnian” ras kulit putih.

Hukum lain akan segera menyusul. Undang-undang Pendaftaran Penduduk No. 30 adalah yang pertama yang secara jelas menentukan ras. Ini mendaftarkan orang berdasarkan identitas mereka di salah satu kelompok ras yang ditunjuk. Pada tahun yang sama, Group Areas Act No. 41 bertujuan untuk memisahkan ras-ras tersebut ke daerah pemukiman yang berbeda.

Undang-undang pelepasan yang sebelumnya hanya mempengaruhi orang kulit hitam diperluas ke semua orang kulit hitam pada tahun 1952. Ada juga sejumlah undang-undang yang membatasi hak untuk memilih dan memiliki properti.

Baru pada tahun 1986 Undang-Undang Identifikasi bahwa banyak undang-undang ini mulai dicabut. Tahun itu juga melihat berlakunya Restorasi Undang-Undang Kewarganegaraan Afrika Selatan, yang melihat penduduk kulit hitam akhirnya mendapatkan kembali hak mereka sebagai warga negara penuh.

Itulah penjelasan tentang apartheid yang mungkin selama ini belum Anda ketahui. Sampai ketemu pada artikel selanjutnya ya guys. Terima kasih.

News

Sudan Selatan Kerahkan Segala Cara Untuk Perangi Masalah Inflasi

Salah satu negara di Afrika yaitu negara Sudan Selatan kembali mengalami masalah hiperinflasi. Dari sebuah data penelitian, diketahui bahwasannya Sudan Selatan menempati posisi kedua sebagai negara dengan tingkat inflasi tertinggi di dunia, dengan tingkat inflasi sebesar 165 . Posisi Sudan Selatan tepat di berada di bawah negara Venezuela, dengan tingkat inflasi sebesar 180.90.

Untuk dapat melawan hiperinflasi yang dialami oleh negaranya, Sudan Selatan memutuskan untuk membantu para pekerja pajak. Tindakan tersebut mereka lakukan untuk memerangi masalah kelaparan, perang dan ketidakmampuan di negara Sudan Selatan.

Krisis yang terjadi di Afrika tidak hanya berdampak pada pemerintahannya saja, bahkan di restoran posher yang ada di Juba, yaitu ibu kota Sudan Selatan, yang merupakan negara terbaru di dunia, krisis ekonomi juga sangat terasa. Menu-menu yang ada di restoran ini sengaja dicetak dengan menggunakan kertas yang murah.

Tentu saja hal ini sangat wajar dilakukan oleh sang pemiliki restoran, karena jika melihat krisis ekonomi yang terjadi, mereka rasa-rasanya akan banyak membuang biaya, hanya untuk penggunaan kertas yang pada akhirnya juga harus diperbaharui setiap beberapa minggu.

Meskipun tingkat inflasi yang turun lebih dari 50% per bulan pada satu titik tahun lalu dan kenaikan harga sejak saat itu juga sedikit berkurang, namun tetap saja untuk bisa menikmati makanan sederhana saja, mereka harus menghabiskan biaya yang besar. Paling tidak mereka harus menghabiskan satu bundalan pound.

Sejak tahun lalu, nilai mata uang pound Sudan Selatan ini memang sudah turun. Jika dulunya 30 pound bisa untuk membeli satu dollar, tapi sekarang dibutuhkan 120 pound untuk mendapatkan satu dollar. Berdasarkan catatan bank, uang kertas terbesar yang beredar, yaitu SSP100, sekarang menjadi catatan nasional denominasi tertinggi di dunia.

Penyebab Terjadinya Inflasi di Sudan Selatan

Krisis Ekonomi yang terjadi pada suatu negara tentu memiliki faktor penyebab. Begitu juga yang terjadi pada sejumlah negara di Afrika, termasuk Sudan Selatan. Pertarungan inflasi yang mengerikan yang terjadi di Sudan Selatan ini terjadi karena disebabkan oleh 2 hal, yaitu:

  • Percetakan uang
  • Keruntuhan ekonomi

Jika dilihat dari tabel inflasi di atas, Sudan Selatan menempati posisi kedua sebagai negara yang mengalami tingkat inflasi tertinggi di dunia setelah Venezuela.

Perekonomian di Sudan Selatan merupakan perkonomian negara yang paling tidak terdiversifikasi di dunia. Pada tahun 2014, hasil minyak yang dihasilkan oleh negara ini telah memberikan sebanyak 99,8% pendapatan dari ekspor negara tersebut. Pada saat negara ini merdeka di tahun 2011 yang lalu, hasil produksi negara Sudan ini sangatlah tinggi dan minyak yang terjual lebih dari $ 100 per barel, selain itu petrodolar mengalir dengan bebas dan memicu perlindungan politik kolosal.

Pendisversifikasi ini sebenarnya sangat penting untuk dilakukan oleh perusahaan maupun negara. Disversifikasi merupakan sebuah usaha penganekaragaman produk yang dilakukan oleh suatu perusahaan atau negara, untuk memaksimalkan keuntungan sehingga arus kas perusahaan atau negara tersebut menjadi lebih stabil.

Hal ini dilakukan negara untuk mengatasi masalah krisis ekonomi, sehingga apabila suatu perusahaan atau negara mengalami kemerosotan pendapatan di salah satu product, sedangkan di product lain mendapatkan kelebihan pendapatan, maka kekurangan yang terjadi bisa tertutupi.

Tapi akibat “shutdown point” yang terjadi pada tahun 2012, yang kemudian diikuti dengan perang saudara, yang pecah pada tahun 2013, telah memangkas produksi dari negara Sudan Selatan ini. “Shutdown point” adalah suatu titik dimana jika proses dijalankan, maka perusahaan tidak akan mendapatkan laba, tetapi juga tidak menimbulkan kerugian.

Jika sebuah perusahaan maupun negara beroperasi pada kapasitas di bawah titik Shut Down Point, maka perusahaan atau negara tersebut akan mendapatkan rugi.

Saat ini, Sudan Selatan hanya bisa memproduksi sekitar 120.000 barel minyak per hari. Jumlah ini adalah Setengah dari jumlah yang pernah mereka dapatkan saat berada pada puncak kejayaannya. Penurunan ternyata tidak hanya terjadi pada jumlah produksinya saja, tapi juga pada harga per-barel, yang hanya setengah dari apa yang didapatkan di tahun 2011 yang lalu. Untuk menutupi masalah perekonomian yang cukup besar tersebut, Pemerintah telah mencetak uang kertas baru.

Akibat Terjadinya Krisis di Sudan Selatan

Krisis ekonomi yang terjadi di suatu negara tidak mungkin tidak menimbulkan dampak yang buruk bagi negara tersebut. Pasti banyak hal-hal buruk yang akan terjadi. Gaji pemerintah yang dibayarkan pada mereka yang bekerja di pemerintahan, sekarang hampir tidak ada harganya lagi.

Dan untuk makanan, yang sebagian besar diimpor dari Uganda dan Kenya, juga telah meningkat harganya. Hal ini tentu saja akan menambah situasi kelaparan di sebagian besar negara di Afrika termasuk Sudan Selatan.

Grace Asio, yang merupakan seorang pedagang Uganda, sangat menyesalkan keadaan bisnisnya. Dia sangat khawatir jika harus menutup usahanya, dikarenakan semakin lama nilai mata uang dollar semakin naik, tapi harga di Sudan Selatan yang dapat dibayar pelanggannya tetap sama. Krisis ekonomi di Sudan ini memang sangat memprihatinkan.

Menurut Peter Ajak, yaitu seorang ekonom Sudan, perekonomian normal akan menyesuaikan diri dengan kondisi perdagangan yang lebih buruk. Karena dihadapkan pada nilai tukar yang buruk, pada tahun 2015 para petani di Equatoria, yang merupakan wilayah tanah kaya di sebelah selatan Juba, mulai menjual produk mereka ke Uganda.

Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk membalikkan arus perdagangan menjadi normal kembali. Akan tetapi, lagi dan lagi sebuah konflik telah menghentikan tindakan dan usaha yang telah mereka lakukan. Pada bulan Juli, gencatan senjata yang tidak diinginkan terjadi di Juba. Dan akibatnya, sejak saat itu perang sipil, yang sebelumnya telah terkubur di utara, kini telah menyebar ke Equatoria.

Akibat dari perang yang terjadi, jumlah pengungsi Sudan Selatan di Uganda mencapai lebih dari tiga kali lipat di atas 700.000, sementara pertanian mereka harus terpaksa berhenti karena mereka harus mengungsi. Dengan keadaan seperti ini, sebenarnya tidak ada kapasitas produktif yang tertinggal. Begitulah yang dikatakan oleh Peter Ajak.

Namun terlepas dari krisis yang dialami oleh Sudan Selatan, paling tidak masih ada kabar baik yang bisa disampaikan. Inflasi yang terjadi secara perlahan menjadi sedikit melambat dalam beberapa bulan terakhir ini dan mulai membawa Sudan Selatan keluar dari hiperinflasi secara teknis.

Namun meskipun begitu, masalah mendasar masih tetap ada. Pemerintah masih harus mengeluarkan uang dalam jumlah yang sangat banyak, meskipun mereka tidak memiliki sumber pendapatan baru. Saat ini bisa dikatakan hampir tidak ada ekspor nonmigas dari negara ini.

Walaupun negara ini pada akhirnya bisa mengatasi masalah krisis ekonominya, itu juga berkat adanya bantuan dana yang berasal dari bantuan internasional. Namun meski begitu, para pemimpin Sudan Selatan ini tidak hanya bermalas-malasan karena telah mendapat bantuan. Hingga saat ini mereka masih terus berjuang demi kesejahteraan masyarakatnya.

Proposal penggalangan pendapatan terakhir mereka, yang diumumkan beberapa minggu setelah bencana kelaparan diumumkan di beberapa bagian di negara tersebut, sebenarnya bertujuan untuk menaikkan biaya ijin kerja bagi pekerja bantuan asing dari $ 100 per orang menjadi $ 10.000.

Begitulah usaha yang dilakukan oleh pemerintah Sudan untuk membawa negaranya keluar dari masalah ekonomi yang menimpa mereka. Untuk uasaha tersebut, negara ini antas mendapatkan apresiasi dari negara-negara yang lainnya.

Close